Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Kolaborasi Pentahelix dan Masa Depan KPH di Indonesia

    Kolaborasi Pentahelix dan Masa Depan KPH di Indonesia

    Editor354 by Editor354
    21/08/2026
    in Saburai
    Masa Depan KPH di Indonesia

    Ilustrasi: OpiniMahe: Kolaborasi Pentahelix dan Masa Depan KPH di Indonesia. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Kolaborasi Pentahelix dan Masa Depan KPH di Indonesia.

    Kolaborasi Pentahelix dan Masa Depan KPH di Indonesia
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    KPH sebagai Platform Kolaborasi: Kunci Keberhasilan Pengelolaan Hutan Lestari

    KPH tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan KPH dipengaruhi oleh dukungan banyak pihak: pemerintah daerah, dunia usaha, kementerian, masyarakat, pelaku Perhutanan Sosial, perguruan tinggi, dan desa. KPH adalah platform kolaborasi, bukan pulau terpencil.

    Penelitian di Sulawesi mengungkap bahwa efektivitas KPH sangat bervariasi tergantung konteks KPH yang sudah terbentuk lebih lama menunjukkan dampak lebih signifikan dalam mengurangi kehilangan hutan akibat kebakaran.

    Ini menunjukkan bahwa kapasitas kelembagaan dan kematangan kolaborasi membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan.

    Di KPH Pesawaran, pendekatan kolaborasi diwujudkan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media.

    Gapoktanhut Pujo Makmur bahkan menjadi laboratorium pendidikan “Hutan Pendidikan Gunung Bunder” bagi universitas, peneliti, dan lembaga swasta.

    Revisi Permen LHK Nomor 8 Tahun 2021 sedang diarahkan untuk memperkuat posisi KPH sebagai manajer lanskap utama di tingkat tapak. Namun KPH Pesawaran mengusulkan agar penilaian efektivitas tidak menggunakan satu indikator yang sama untuk semua KPH.

    KPH di hutan produksi, hutan lindung, wilayah dengan konflik tinggi, atau tekanan deforestasi tinggi semua memerlukan indikator spesifik wilayah.

    Masyarakat bukan objek program, tetapi bagian dari sistem evaluasi. Perlu ada indikator: “Apa yang dirasakan masyarakat sebagai hasil kehadiran KPH?” KPH yang efektif adalah KPH yang mampu menjembatani kepentingan ekologi, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

    Seperti disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah (dulu, red) : “apa yang dilakukan Gapoktanhut Pujo Makmur adalah bukti nyata keberhasilan Perhutanan Sosial dalam mendukung konservasi sekaligus meningkatkan ketahanan pangan”.

    Jangan hanya menilai KPH dari apa yang dikerjakan KPH. Nilailah dari apa yang berubah karena KPH. (*)
    ————————————————————-
    * Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #MahendraUtama#PembangunanBerkelanjutan#PemerhatiPembangunanHutanLestariKolaborasiPentahelixKPHTangguhOpiniMahePerhutananSosial
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Mengapa Pemerintah Pusat Perlu Ambil Alih Pengelolaan KPH?

    Next Post

    PLTP Danau Ranau 40 MW, Dorongan Besar bagi Kelistrikan dan Ekonomi Lampung Barat

    Related Posts

    Perhutanan Sosial sebagai Motor Ekonomi Lokal
    Saburai

    Model Pesawaran untuk Indonesia: Perhutanan Sosial sebagai Motor Ekonomi Lokal

    06/10/2026
    Beras Premium Langka di Lampung
    Saburai

    Beras Premium Langka di Lampung: Respons Cepat Disperindag dan Kolaborasi Bapanas-Bulog

    05/10/2026
    Ikatan yang Tak Terputus oleh Waktu
    Saburai

    Kereta, Silaturahmi, dan Ikatan yang Tak Terputus oleh Waktu

    03/10/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kawasan Industri Batang Jadi Arena Sport Tourism

      Kawasan Industri Batang Ubah Lahan Produksi Jadi Arena Sport Tourism

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Beras Premium Langka di Lampung: Respons Cepat Disperindag dan Kolaborasi Bapanas-Bulog

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kereta, Silaturahmi, dan Ikatan yang Tak Terputus oleh Waktu

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Jalan Pertanian Lampung: Ketika Beton Mengubah Nasib Petani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Begini Panduan Cara Daftar Aplikasi MyPertamina

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved