Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Laba ASDP 74 Persen dari Merak, Risiko Bisnis Mengintai.
Laba ASDP 74 Persen dari Merak, Risiko Bisnis Mengintai
Oleh: Mahendra Utama*
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto, menyoroti ketergantungan laba PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pada lintasan Merak–Bakauheni yang mencapai 74 persen dari total laba perusahaan.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal serius bahwa fondasi bisnis ASDP berdiri di atas satu pilar utama yang rentan terhadap guncangan eksternal.
Teori Portofolio Markowitz dan Konsentrasi Risiko
Dalam teori portofolio modern yang diperkenalkan Harry Markowitz (1952), diversifikasi adalah kunci untuk mengurangi risiko nonsistematis.
Prinsip ini menegaskan bahwa mengalokasikan sumber pendapatan pada berbagai aset yang tidak berkorelasi sempurna akan menurunkan volatilitas kinerja secara keseluruhan.
Ketika 74 persen laba bergantung pada satu lintasan, ASDP secara efektif menanggung risiko terkonsentrasi yang tinggi.
Jika terjadi gangguan operasional, perubahan kebijakan tarif, atau persaingan di Selat Sunda, dampaknya terhadap keuangan perusahaan akan bersifat sistemik.
Fakta Kinerja dan Kerentanan
Hingga akhir 2025, ASDP membukukan pendapatan usaha Rp4,96 triliun dengan laba konsolidasi Rp285,4 miliar. Namun, di balik angka tersebut, ketergantungan pada Merak–Bakauheni menjadi titik lemah.
Darmadi mengingatkan bahwa gangguan pada rute utama baik karena cuaca ekstrem, kebijakan, maupun persaingan dapat memicu masalah keuangan berat.
Dia menekankan perlunya strategi konkret agar perusahaan tidak bergantung pada satu lintasan saja.
Urgensi Mitigasi Risiko
Dalam konteks BUMN transportasi, ketergantungan ini juga mencerminkan lemahnya portofolio pendapatan non-komersial. Diversifikasi bukan pilihan, melainkan keharusan.
Tanpa langkah mitigasi yang terukur, stabilitas jangka panjang ASDP akan terus dipertaruhkan pada satu titik kritis yang sulit diprediksi. (*)
—————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network