Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Perkuat Riset Pertanian Lampung dengan Kolaborasi Triple Helix.
Perkuat Riset Pertanian Lampung dengan Kolaborasi Triple Helix
Oleh: Mahendra Utama*
Kolaborasi Riset sebagai Kunci Pertanian Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak perguruan tinggi memperkuat kolaborasi riset dan inovasi terapan untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing komoditas unggulan daerah.
Ajakan ini disampaikan dalam acara silaturahmi bersama Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia (FKPT-TPI) di Mahan Agung, Bandar Lampung.
Lampung dinilai relevan sebagai tuan rumah lokakarya nasional karena peran strategisnya sebagai penopang pangan dan pusat agribisnis nasional dengan komoditas unggulan seperti kopi, padi, jagung, ubi kayu, nanas, pisang, dan tebu.
Relevansi Teori Triple Helix dalam Konteks Lampung
Ajakan Gubernur Mirza selaras dengan konsep Triple Helix yang dikembangkan Etzkowitz dan Leydesdorff, yang menekankan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri sebagai motor penggerak inovasi daerah.
Dalam model ini, akademisi berperan menyediakan inovasi teknologi aplikatif, pemerintah memfasilitasi kebijakan, dan industri mengkomersialkan hasil riset.
Gubernur menegaskan bahwa pengembangan pertanian tidak cukup mengandalkan potensi lahan, tetapi memerlukan dukungan riset untuk memperbaiki kualitas hasil dan mendorong pengolahan komoditas agar menghasilkan nilai tambah.
Unila sebagai Motor Transformasi Ekonomi
Gubernur secara khusus mendorong Universitas Lampung (Unila) menjadi motor transformasi ekonomi daerah.
“Unila ke depan harus bisa menjadi kampus, menjadi motor transformasi. Bagaimana ekonomi yang diputar ini, yang diubah ini, motor transformasinya adalah Unila,” tegas Mirza.
Unila telah menjalin kerja sama riset dengan PTPN III untuk memperkuat hubungan perguruan tinggi dan dunia usaha, mempertemukan kekuatan akademik dengan kebutuhan nyata industri perkebunan.
Satu Desa Satu Sarjana dan Penguatan SDM
Selain riset, Pemprov Lampung menaruh perhatian pada kualitas sumber daya manusia melalui program Satu Desa Satu Sarjana yang menyediakan beasiswa bagi mahasiswa.
Investasi SDM ini memperkuat elemen akademisi dalam ekosistem Triple Helix, memastikan inovasi pertanian tidak berhenti pada kajian akademis, tetapi diterapkan langsung menjawab tantangan di lapangan. (*)
—————————‐———————————‐——
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.




Lappung Media Network