Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Pujian di Tengah Tekanan: Sinyal Diplomasi Singapura yang Terukur

    Pujian di Tengah Tekanan: Sinyal Diplomasi Singapura yang Terukur

    Editor354 by Editor354
    28/10/2026
    in Saburai
    Sinyal Diplomasi Singapura yang Terukur

    Ilustrasi: OpiniMahe: Pujian di Tengah Tekanan: Sinyal Diplomasi Singapura yang Terukur. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Pujian di Tengah Tekanan: Sinyal Diplomasi Singapura yang Terukur.

     

    Pujian di Tengah Tekanan: Sinyal Diplomasi Singapura yang Terukur
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Membaca Waktu: Mengapa Pujian Datang Setelah Gas dan Kabel Dibicarakan

    Pujian Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan terhadap tim pemadam karhutla Indonesia pada 27 Oktober 2026 tidak muncul di ruang hampa.

    Tiga hari sebelumnya, Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 MMSCFD, dan seorang mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng, melontarkan sindiran “Potong?” yang menyinggung 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melalui Singapura.

    Dalam konteks ini, pujian bukan sekadar kebaikan hati; ia adalah sinyal diplomatik yang diperhitungkan.

    Teori interdependensi kompleks menjelaskan mengapa Singapura memilih bergerak dari eskalasi ke apresiasi. Dalam hubungan yang saling bergantung, kekuasaan tidak hanya soal siapa yang lebih kuat, tetapi siapa yang lebih tahan terhadap gangguan.

    Indonesia bergantung pada Singapura sebagai simpul konektivitas digital, tetapi Singapura juga bergantung pada pasokan gas dan stabilitas kawasan.

    Menteri Komunikasi Indonesia, Meutya Viada Havid, mengingatkan bahwa jika kabel diputus, “80 persen kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh”.

    Pujian Vivian adalah upaya menurunkan tensi tanpa kehilangan muka, sekaligus menjaga agar isu karhutla tetap dalam bingkai kerja sama, bukan konfrontasi.

    Joseph Nye mengingatkan bahwa soft power bekerja melalui daya tarik, bukan paksaan. Dengan mengapresiasi personel pemadam Indonesia, Singapura memproyeksikan citra sebagai tetangga yang menghargai upaya, bukan pihak yang hanya menekan.

    Namun, pujian ini juga mengandung pesan tersirat: Singapura tetap menuntut akuntabilitas, sebagaimana terlihat dari kesiapan menjalin satgas bersama untuk menindak perusahaan pemicu kebakaran.

    Diplomasi yang matang justru mampu memisahkan apresiasi terhadap manusia dari desakan terhadap kebijakan.

    Pujian setelah tekanan bukan tanda kelemahan, melainkan pengelolaan risiko yang rasional dalam hubungan yang saling mengunci. Ia adalah bahasa diplomasi untuk mengatakan: kita bisa bekerja sama, asalkan kepentingan dasar kita tidak diganggu. (*)
    ——————————————————————
    * Penulis: Mahendra Utama, Eksponen 98.

    Via: M. Satria
    Tags: #DiplomasiIndonesia#MahendraUtamaEksponen98InterdependensiKompleksKarhutlaOpiniMaheSingapuraSoftPower
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Pupuk Murah, Truk Bertambah, Petani Lampung Menuju Sejahtera

    Next Post

    Karhutla, Gas, dan Kabel: Ketika Pujian Menjadi Instrumen Manajemen Krisis

    Related Posts

    Ketika Pujian Menjadi Instrumen Manajemen Krisis
    Saburai

    Karhutla, Gas, dan Kabel: Ketika Pujian Menjadi Instrumen Manajemen Krisis

    28/10/2026
    Petani Lampung Menuju Sejahtera_2
    Saburai

    Pupuk Murah, Truk Bertambah, Petani Lampung Menuju Sejahtera

    26/10/2026
    Enklave Energi Baru Lampung
    Saburai

    Katibung: Growth Pole atau Enklave Energi Baru Lampung?

    24/10/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pupuk Murah, Truk Bertambah, Petani Lampung Menuju Sejahtera

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pakan Mandiri Lampung: Efisiensi 50 Persen Menuju Klaster Industri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Katibung: Growth Pole atau Enklave Energi Baru Lampung?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Lampung? Strategi Rantai Dingin ID Food dan Danantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Memahami Arti Jumlah Luk pada Keris: Makna Filosofis di Balik Lekukan Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved