Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Pakan Mandiri Lampung: Efisiensi 50 Persen Menuju Klaster Industri

    Pakan Mandiri Lampung: Efisiensi 50 Persen Menuju Klaster Industri

    Editor354 by Editor354
    22/10/2026
    in Saburai
    Pakan Mandiri Lampung

    Ilustrasi: OpiniMahe: Pakan Mandiri Lampung: Efisiensi 50 Persen Menuju Klaster Industri. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Pakan Mandiri Lampung: Efisiensi 50 Persen Menuju Klaster Industri.

     

    Pakan Mandiri Lampung: Efisiensi 50 Persen Menuju Klaster Industri
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Efisiensi Rp5.000 per Kilogram sebagai Titik Balik

    Inovasi pakan mandiri Pokdakan Jaya Mandiri Lestari di Lampung Selatan patut diapresiasi. Dengan formulasi berbahan baku lokal, mereka mampu memproduksi pakan sekitar Rp5.000/kg, jauh di bawah pakan pabrikan Rp10.000–Rp12.000/kg.

    Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pun mendorong praktik ini menjadi percontohan bagi pembudidaya lain. Efisiensi ini menjawab persoalan mendasar: pakan menyumbang 60–80 persen dari total biaya produksi budidaya.

    Selama ini, ketergantungan pada bahan baku impor mencapai 89 persen, membuat harga pakan rentan gejolak global.

    Langkah Pokdakan Jaya Mandiri Lestari adalah terobosan dari bawah yang selaras dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono agar pakan ikan nasional tidak lagi 100 persen impor.

    Gubernur menegaskan, “Yang penting adalah kreativitas Bapak-Bapak sekalian untuk bangkit”. Kreativitas inilah yang menjadi benih klaster industri pakan ikan di Lampung.

    Dari Percontohan Menuju Klaster Industri

    Mampukah Lampung menjadi pusat industri pakan ikan skala kecil hingga besar? Teori klaster industri Michael Porter menyatakan bahwa konsentrasi geografis perusahaan yang saling terkait, didukung infrastruktur dan pengetahuan bersama, akan meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing.

    Lampung memiliki prasyarat awal: produksi budidaya 181.650 ton pada 2025, bahan baku lokal seperti jagung, dedak, bungkil sawit, dan ikan asin, serta inovasi kampus vokasi Polinela yang memproduksi 3 ton pakan/hari dengan bahan baku lokal.

    Namun, untuk naik kelas dari percontohan menjadi klaster, diperlukan standardisasi mutu (SNI/CPPIB), pasokan bahan baku kontinu, dan hilirisasi yang terintegrasi.

    Pemerintah Provinsi Lampung perlu memfasilitasi kemitraan antara pokdakan, industri pakan, dan pasar termasuk akses ke dapur Makan Bergizi Gratis yang mulai dirintis.

    Apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Lampung, Bupati Lampung Selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, serta Polinela yang telah merintis jalan kemandirian pakan ini. (*)
    —————————‐—————————————‐–
    * Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #LampungMaju#MahendraUtama#PemerhatiPembangunanEkonomiBiruKemandirianPanganKlasterIndustriOpiniMahePakanIkanMandiri
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Mengapa Lampung? Strategi Rantai Dingin ID Food dan Danantara

    Related Posts

    Strategi Rantai Dingin ID Food dan Danantara
    Saburai

    Mengapa Lampung? Strategi Rantai Dingin ID Food dan Danantara

    20/10/2026
    Dampak Ekonomi Pabrik Pakan Lampung
    Saburai

    Dampak Ekonomi Pabrik Pakan Lampung: Jagung Petani Hingga Protein Nasional

    19/10/2026
    Sinergi Danantara-Pemprov Lampung
    Saburai

    Sinergi Danantara-Pemprov Lampung Bangun Pabrik Pakan demi Stabilitas Harga

    19/10/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Lampung? Strategi Rantai Dingin ID Food dan Danantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dampak Ekonomi Pabrik Pakan Lampung: Jagung Petani Hingga Protein Nasional

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sinergi Danantara-Pemprov Lampung Bangun Pabrik Pakan demi Stabilitas Harga

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Superblok dan Mal Baru Pacu Ekonomi Bandar Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Anca Oktavianus: Wajah Birokrasi Humanis dan Penggerak UMKM Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved