Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Pakan Mandiri Lampung: Efisiensi 50 Persen Menuju Klaster Industri.
Pakan Mandiri Lampung: Efisiensi 50 Persen Menuju Klaster Industri
Oleh: Mahendra Utama*
Efisiensi Rp5.000 per Kilogram sebagai Titik Balik
Inovasi pakan mandiri Pokdakan Jaya Mandiri Lestari di Lampung Selatan patut diapresiasi. Dengan formulasi berbahan baku lokal, mereka mampu memproduksi pakan sekitar Rp5.000/kg, jauh di bawah pakan pabrikan Rp10.000–Rp12.000/kg.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pun mendorong praktik ini menjadi percontohan bagi pembudidaya lain. Efisiensi ini menjawab persoalan mendasar: pakan menyumbang 60–80 persen dari total biaya produksi budidaya.
Selama ini, ketergantungan pada bahan baku impor mencapai 89 persen, membuat harga pakan rentan gejolak global.
Langkah Pokdakan Jaya Mandiri Lestari adalah terobosan dari bawah yang selaras dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono agar pakan ikan nasional tidak lagi 100 persen impor.
Gubernur menegaskan, “Yang penting adalah kreativitas Bapak-Bapak sekalian untuk bangkit”. Kreativitas inilah yang menjadi benih klaster industri pakan ikan di Lampung.
Dari Percontohan Menuju Klaster Industri
Mampukah Lampung menjadi pusat industri pakan ikan skala kecil hingga besar? Teori klaster industri Michael Porter menyatakan bahwa konsentrasi geografis perusahaan yang saling terkait, didukung infrastruktur dan pengetahuan bersama, akan meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing.
Lampung memiliki prasyarat awal: produksi budidaya 181.650 ton pada 2025, bahan baku lokal seperti jagung, dedak, bungkil sawit, dan ikan asin, serta inovasi kampus vokasi Polinela yang memproduksi 3 ton pakan/hari dengan bahan baku lokal.
Namun, untuk naik kelas dari percontohan menjadi klaster, diperlukan standardisasi mutu (SNI/CPPIB), pasokan bahan baku kontinu, dan hilirisasi yang terintegrasi.
Pemerintah Provinsi Lampung perlu memfasilitasi kemitraan antara pokdakan, industri pakan, dan pasar termasuk akses ke dapur Makan Bergizi Gratis yang mulai dirintis.
Apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Lampung, Bupati Lampung Selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, serta Polinela yang telah merintis jalan kemandirian pakan ini. (*)
—————————‐—————————————‐–
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network