Lappung – 3 tim promosi, Bhayangkara Presisi Lampung FC, PSIM Yogyakarta, dan Persijap Jepara, siap mengarungi kerasnya persaingan Super League 2025/2026 yang akan dimulai pada 8 Agustus mendatang.
Namun, ketiganya datang dengan bekal, strategi, dan target yang sangat berbeda.
Baca juga : Diresmikan Kapolri, Bhayangkara Presisi Lampung FC Siap Guncang Super League
Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi yang paling disorot dengan persiapan mewah dan ambisi besar untuk kembali ke papan atas.
Sementara itu, PSIM Yogyakarta menunjukkan keseriusan dengan membangun skuad solid setelah 18 tahun absen.
Di sisi lain, Persijap Jepara memilih langkah realistis dengan target utama bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Laga pembuka akhir pekan ini akan menjadi panggung pembuktian pertama bagi mereka.
Bhayangkara FC
Sebagai tim yang paling familiar dengan atmosfer kasta tertinggi setelah baru terdegradasi musim lalu, Bhayangkara Presisi Lampung FC tidak mau membuang waktu.
Manajemen melakukan perombakan besar-besaran untuk memastikan mereka tidak hanya kembali, tetapi juga langsung bersaing.
Baca juga : Semangat Baru: Mahendra Utama Titip Harapan pada Bhayangkara Presisi Lampung FC
Tak tanggung-tanggung, The Guardians merekrut 10 pemain asing berkualitas, termasuk nama-nama seperti Slavko Damjanovic, Moises Gaucho, dan Stjepan Plazonja.
Skuad mereka semakin mentereng dengan kehadiran pemain lokal berlabel Timnas Indonesia seperti Muhammad Ferarri, Firza Andika, dan Frengky Missa.
Mereka akan berkolaborasi dengan pilar lama yang sarat pengalaman seperti Awan Setho dan Dendy Sulistyawan di bawah arahan pelatih Paul Munster.
Kesiapan infrastruktur dengan lolosnya verifikasi Stadion Sumpah Pemuda di Kota Bandarlampung, Lampung semakin menegaskan ambisi mereka.
“Target kami tidak muluk-muluk, setidaknya finis di 5 besar. Kalau bisa 3 besar, itu bonus,” tegas COO Bhayangkara, Sumardji, dikutip pada Minggu, 3 Agustus 2025.
PSIM Yogyakarta
Setelah 18 tahun penantian, PSIM Yogyakarta akhirnya kembali ke level teratas.
Laskar Mataram menunjukkan ambisi untuk tidak sekadar bertahan.
Baca juga : Bhayangkara Presisi Lampung FC, Ekonomi, dan Identitas Daerah
Meski tidak seglamor Bhayangkara, keseriusan mereka terlihat dari pergerakan di bursa transfer.
Nama-nama berpengalaman seperti Andy Setyo, Reva Adi Utama, hingga playmaker asing berkualitas Ze Valente dan Ezequiel Vidal berhasil didatangkan.
Kombinasi ini dilengkapi oleh talenta muda potensial seperti kiper Cahya Supriadi.
Untuk menakhodai tim, PSIM mempercayakannya pada Jean-Paul van Gastel, pelatih asal Belanda dengan rekam jejak mentereng sebagai asisten pelatih di Feyenoord dan Besiktas.
Meski begitu, van Gastel tetap rendah hati.
“Yang terpenting adalah mereka (para pemain) semakin bugar dan memperbaiki cara bermain. Hingga selanjutnya skema permainan makin jelas dan baik,” ujarnya.
Persijap Jepara
Berbeda 180 derajat, Persijap Jepara memilih jalur yang lebih membumi.
Setelah 11 tahun absen, Laskar Kalinyamat sadar betul peta kekuatan Super League.
Manajemen tidak melakukan gebrakan besar dan lebih fokus membangun tim yang solid untuk misi utama: bertahan.
Skuad mereka diisi oleh segelintir pemain berpengalaman seperti Wahyudi Hamisi dan David Laly.
Mayoritas pemain asing yang didatangkan pun merupakan debutan di kasta tertinggi, dengan hanya Sudi Abdallah yang pernah merasakan atmosfer Liga 1 musim lalu.
Hasil imbang 0-0 dalam dua laga uji coba menunjukkan tim masih perlu banyak berbenah, terutama di lini serang.
Manajer Operasional Persijap, Egat Sacawijaya, pun menegaskan target realistis timnya.
“Kami tidak muluk-muluk, konsisten dulu bertahan di Liga 1. Itu sudah cukup untuk kami. Dari situ, kami bisa melihat apa yang harus dibenahi untuk menjadi lebih baik ke depannya,” kata Egat.
Ujian Perdana
Ketiga tim promosi akan langsung menghadapi ujian berat pada laga pembuka Super League, Jumat, 8 Agustus 2025:
- Borneo FC Samarinda vs Bhayangkara Presisi Lampung FC (15.30 WIB)
- Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta (19.00 WIB)
- PSM Makassar vs Persijap Jepara (19.00 WIB)
Hasil di pekan pertama ini akan memberi gambaran awal tentang siapa di antara ketiganya yang paling siap menjawab tantangan kerasnya persaingan Super League.
Baca juga : Borong Pemain, Bhayangkara Presisi Lampung FC Pamer Kekuatan dengan 11 Legiun Asing





Lappung Media Network