Lappung – Istighfar atau Astaghfirullah al-‘Adzim memiliki keutamaan serta manfaat bagi yang terus melafalkannya.
Beristighfar dalam filosofi Islam, bermakna sebagai seseorang yang selalu memohon ampunan atas kesalahan dan terus berusaha untuk menaati perintah Allah SWT dan tidak melanggarnya.
Baca Juga : Maulana al-Habib Luthfi bin Yahya
Namun, tahukah salah satu keutamaan Istighfar yang rutin dibaca selain bisa menghapuskan dosa, juga sebagai pembuka pintu rezeki.
Berikut rangkuman dari media online lappung.com mengutif sebuah kisah hikmah dari Imam Hasan Al-Bashri dari laman bacautas.com.
Kisah ini dimulai saat ada seorang laki-laki yang mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan bumi.
mendapat pertanyaan dari seorang laki-laki tersebut, maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Kemudian, yang lain mengadu tentang kemiskinan, maka beliau kembali berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Sementara, yang lain lagi meminta agar didoakan memiliki anak, maka beliau mengatakan, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Dan yang lain lagi mengadu tentang kekeringan kebunnya, maka beliau mengatakan pula, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Kemudian, Imam Al-Hasan Al-Bashri menjelaskan tentang hal ini, “Aku tak mengatakan hal itu dari diriku sendiri.
Tetapi sungguh Allah telah berfirman tentang hal tersebut dalam Surah Nuh ayat 10-12.”
“Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh dia maha pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan dia memperbanyak harta dan anak-anakmu dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai- sungai untukmu.” (QS Nuh: 10-12)
Senantiasalah beristighfar kepada Allah. Karena dengan beristighfar kepada Allah, maka Allah akan memberikan anugerah anak-anak untukmu.
Sementara anak-anak itu tak mungkin Allah berikan dalam naungan keberkahan, kecuali dengan jalan pernikahan.
Baca Juga : Syekh Yusri Hafidzahullah Ta’ala Wa ra’ah Menjelaskan Soal Rezeki
Teman, senantiasalah beristighfar kepada Allah. “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, Allah akan menjadikan dari setiap kesedihan kelonggaran, dan dari setiap kesempitan jalan keluar dan memberi rizki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR Ibnu Majah)
