Lappung – Awal 2025 Lampung waspada DBD dan kasus 2024 capai 9096.
Memasuki awal tahun 2025, masyarakat Lampung diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD).
Baca juga : Pelabuhan Panjang Siaga Cacar Monyet, Kapal Asing Wajib Karantina
Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung menunjukkan, sepanjang 2024, tercatat 9.096 kasus DBD, angka yang menjadi peringatan serius di tengah musim penghujan yang sedang berlangsung.
“Kami meminta masyarakat untuk lebih peduli terhadap pencegahan DBD.
“Daerah yang lembab dan rawan genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD,” kata Kepala Dinkes Lampung, Edwin Rusli, dalam keterangan pers, Rabu, 15 Januari 2025.
Kasus DBD Tertinggi di Lampung Utara
Berdasarkan data, Lampung Utara mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 1698 laporan sepanjang 2024, diikuti oleh Lampung Timur sebanyak 1182 kasus. Metro berada di peringkat ketiga dengan 725 kasus.
“Puncak kasus terjadi pada Februari 2024 dengan 1.481 laporan. Ini menunjukkan perlunya upaya lebih serius, terutama pada musim penghujan,” tambah Edwin.
Baca juga : Marindo Kurniawan Lawan Penyebaran DBD di Pringsewu
Berikut rincian jumlah kasus DBD di seluruh wilayah Lampung pada 2024:
- Lampung Utara: 1.698 kasus
- Lampung Timur: 1.182 kasus
- Metro: 725 kasus
- Lampung Tengah: 712 kasus
- Pringsewu: 680 kasus
Wilayah lain juga mencatatkan kasus, meskipun lebih rendah, seperti Bandar Lampung dengan 118 kasus dan Lampung Selatan sebanyak 109 kasus.
Pencegahan Melalui PSN dan 3M Plus
Dinkes Lampung terus menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan langkah 3M Plus, yakni:
- Menguras tempat penampungan air.
- Menutup rapat wadah air.
- Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat bertelur nyamuk.
Langkah tambahan seperti menjaga ventilasi agar ruangan tidak lembab dan tidak menggantung pakaian di dalam rumah juga ditekankan.
Baca juga : Hoaks! Nyamuk Wolbachia Penyebar Gen LGBT
“Kegiatan PSN harus dilakukan secara rutin, baik di rumah, sekolah, tempat ibadah, maupun fasilitas umum.
*Ini memerlukan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah,” ujar Edwin.
Kenali Gejala dan Pertolongan Awal DBD
Edwin mengingatkan masyarakat untuk segera mengenali gejala awal DBD, di antaranya:
- Demam tinggi mendadak.
- Nyeri belakang bola mata.
- Lemas dan nyeri ulu hati.
- Munculnya bintik merah akibat pecahnya pembuluh darah.
“Jika muncul gejala berat seperti mimisan, muntah darah, atau buang air besar bercampur darah, segera bawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Berikan cairan yang cukup dan kompres tubuh dengan air hangat sebagai pertolongan awal,” jelasnya.
Awal 2025 Lampung Waspada DBD: Kasus 2024 Capai 9096
Dinkes Lampung menekankan bahwa pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat.
Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, ancaman DBD dapat diminimalkan.
“Musim penghujan ini harus menjadi momentum untuk lebih waspada. Jangan sampai kasus DBD kembali melonjak seperti tahun lalu,” tutup Edwin.
Baca juga : Waspada! Ratusan Kasus DBD Terjadi di Pesisir Barat





Lappung Media Network