Lappung – Kewaspadaan tingkat tinggi diperlukan bagi seluruh aktivitas maritim di wilayah Lampung.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang ekstrem yang diperkirakan akan menghantam perairan Samudra Hindia di sebelah barat Lampung.
Baca juga : Pancaroba Tiba! BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem, Angin Kencang, dan Puting Beliung
Tidak tanggung-tanggung, ketinggian gelombang di wilayah tersebut diprediksi bisa mencapai 4 hingga 6 meter.
Kondisi ini masuk dalam kategori “sangat tinggi” dan sangat membahayakan keselamatan pelayaran.
“Peringatan khusus kami berikan untuk wilayah Samudra Hindia barat Lampung.
Gelombang laut dengan ketinggian 4 hingga 6 meter berisiko sangat tinggi terhadap semua jenis kapal,” demikian bunyi pernyataan resmi BMKG, Senin, 28 Juli 2025.
Baca juga : BMKG: Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Longsor Ancam Sejumlah Wilayah di Lampung
Ancaman serius itu juga berlaku untuk seluruh jenis armada laut, mulai dari kapal nelayan, kapal tongkang, kapal feri yang biasa melayani penyeberangan, hingga kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar.
Selain ancaman utama di perairan barat Lampung, BMKG juga memprediksi gelombang yang lebih rendah namun tetap berbahaya (2,5 hingga 4 meter) di beberapa wilayah perairan penting lainnya, termasuk:
- Selat Sunda bagian selatan
- Samudra Hindia barat Aceh hingga Bengkulu
- Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur
Kehadiran gelombang tinggi di Selat Sunda bagian selatan menjadi perhatian khusus, mengingat vitalnya jalur ini sebagai salah satu rute penyeberangan tersibuk di Indonesia yang menghubungkan Lampung dan Pulau Jawa.
Baca juga : Ngeri! Ornamen DPRD Pesawaran Runtuh Disapu Angin Kencang
Menyikapi potensi cuaca maritim yang ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat pesisir, para nelayan, serta operator jasa pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi tidak memungkinkan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di laut dan sekitar pantai, untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari kanal resmi BMKG,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain risiko bagi pelayaran, gelombang tinggi juga berpotensi menyebabkan dampak turunan di daratan, seperti terjadinya banjir pesisir (rob) yang dapat merusak perahu yang ditambatkan dan menggenangi permukiman di dekat pantai.
Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama hingga kondisi cuaca kembali membaik.
Baca juga : Pancaroba Melanda Lampung, Waspadai ISPA hingga Heatstroke





Lappung Media Network