Lappung – Penantian panjang keluarga akhirnya usai.
H Karmentoyo bin Sonotilo, seorang jemaah haji asal Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, akhirnya menginjakkan kaki kembali di Bumi Ruwa Jurai setelah lebih dari sebulan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah.
Baca juga : Haji 2025 Tuntas: 7050 Jemaah Tiba di Lampung, 19 Wafat
Momen haru menyelimuti Bandara Raden Intan II, Lampung Selatan, pada Jumat, 25 Juli 2025 malam.
Sekitar pukul 20.40 WIB, H. Karmentoyo tiba dengan penerbangan domestik setelah sebelumnya mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada siang harinya.
Kepulangannya disambut isak tangis bahagia dari keluarga yang telah lama menanti.
Setibanya di area kedatangan domestik, H. Karmentoyo yang masih membutuhkan penanganan medis, langsung disambut oleh perwakilan keluarga, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Kemenag Tulang Bawang, dan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
Terlihat hadir dari Kanwil Kemenag Lampung, Djoni Adeham, dan dari Kemenag Tulang Bawang, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Zaenal Arifin, yang turut mengawal proses serah terima.
Baca juga : Biaya Haji 2025: Furoda Tembus Rp900 Juta, Reguler Cuma Segini
Dengan sigap, H. Karmentoyo langsung dievakuasi menggunakan ambulans milik Dinas Kesehatan Tulang Bawang menuju kediamannya di Kampung Kagungan Rahayu, Kecamatan Menggala.
Plt Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, H. Erwinto, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama semua pihak yang terlibat dalam proses pemulangan jemaah haji ini.
“Kami sangat bersyukur Bapak H. Karmentoyo bisa kembali ke Tanah Air dalam kondisi yang terus membaik.
“Ini adalah bukti nyata sinergi lintas sektor yang solid, mulai dari tim medis di RSAS Madinah, PPIH Arab Saudi, PPIH Debarkasi Jakarta, hingga seluruh jajaran di daerah,” ujar Erwinto dalam keterangannya, Senin, 28 Juli 2025.
Diketahui, H. Karmentoyo terpaksa berpisah dari rombongan kloternya karena harus menjalani perawatan intensif pasca puncak haji.
Setelah kondisi medisnya dinyatakan cukup stabil untuk melakukan perjalanan udara, pemerintah memfasilitasi kepulangannya melalui penerbangan khusus Garuda Indonesia GA-969.
Baca juga : Calon Haji Bandarlampung Wafat Jelang Berangkat
Sementara itu, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Lampung, H. Ansori, menegaskan bahwa perlindungan dan pendampingan terhadap jemaah adalah tanggung jawab yang tidak berhenti setelah ibadah selesai.
“Kondisi darurat kesehatan seperti yang dialami Bapak H. Karmentoyo menjadi perhatian serius kami.
“Kami terus memantau dan mendampingi jemaah, bahkan setelah mereka tiba di rumah, untuk memastikan mereka dapat pulih sepenuhnya dan kembali beraktivitas normal,” tegas Ansori.
Pihak Kemenag Lampung juga mengucapkan terima kasih kepada Konsulat Jenderal RI di Jeddah, tim Kementerian Kesehatan, dan seluruh petugas yang telah mengawal proses ini dengan penuh tanggung jawab.
Semua pihak berharap H. Karmentoyo dapat segera pulih total dan memperoleh predikat haji yang mabrur.
Baca juga : Ekonomi Haji: BP Haji Garap Potensi Besar di Sektor Peternakan





Lappung Media Network