Lappung – Batubara jadi andalan KAI Divre IV Tanjungkarang raup keuntungan signifikan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang terus menunjukkan performa gemilang dalam angkutan barang, terutama komoditas batubara, yang menjadi tulang punggung pendapatan mereka.
Baca juga : KAI Divre IV Tanjungkarang Tutup 8 Titik Perlintasan Liar
Hingga semester I tahun 2024, KAI Divre IV Tanjungkarang berhasil mengangkut lebih dari 13 juta ton batubara.
Hal ini mencatatkan peningkatan signifikan dan kontribusi besar terhadap keuntungan perusahaan.
Batubara, sebagai komoditas utama yang diangkut oleh KAI Divre IV Tanjungkarang, terus menjadi andalan berkat tingginya permintaan dari Pulau Jawa dan Bali.
Plt Executive Vice President KAI Divre IV Tanjungkarang, Mohamad Ramdany, mengungkapkan bahwa pasokan batubara ke wilayah tersebut masih sangat tinggi.
Terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik.
“Pasokan batubara untuk Jawa dan Bali masih sangat tinggi.
“Karena banyak pembangkit listrik di sana yang masih menggunakan batubara sebagai bahan bakar utama,” jelas Ramdany, Kamis, 8 Agustus 2024.
Batubara Jadi Andalan KAI Divre IV Tanjungkarang Raup Keuntungan
Menurutnya, tingginya volume angkutan batubara tidak hanya berdampak pada pendapatan perusahaan.
Baca juga : Konsumsi Rokok Murah Marak, Bea Cukai Siapkan Aturan Baru?
Tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional di jalur-jalur utama kereta api di wilayah Sumatera bagian selatan.
Hal ini disebabkan oleh optimalisasi frekuensi perjalanan dan manajemen rantai pasok yang semakin baik.
Keberhasilan dalam Angkutan Barang dan Penumpang
Selain batubara, KAI Divre IV Tanjungkarang juga mencatat kinerja positif dalam angkutan barang lainnya seperti semen, BBM, dan bahan baku kertas.
Hingga semester I 2024, total volume angkutan barang mencapai 13.757.590,592 ton, mengalami kenaikan 11,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja apik ini tidak hanya terjadi pada angkutan barang.
Di sektor angkutan penumpang, KAI Divre IV Tanjungkarang juga menunjukkan tren positif.
Hingga pertengahan tahun ini, jumlah penumpang yang dilayani mencapai 532.177 orang, naik 19,9 persen dibandingkan semester I 2023.
Kenaikan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan kereta api.





Lappung Media Network