Lappung – KAI Divre IV Tanjungkarang tutup 8 titik perlintasan liar dalam 8 bulan.
PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dengan menutup perlintasan sebidang liar.
Baca juga : Mobil Tertabrak Kereta di Natar Lampung Selatan, 1 Tewas
Hingga awal Agustus 2024, 8 titik perlintasan liar telah ditutup dalam periode 8 bulan pertama tahun ini.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan di wilayah kerjanya.
Penutupan terbaru dilakukan pada Selasa, 6 Agustus 2024 di perlintasan sebidang liar di KM 25+1/2 petak jalan Stasiun Gedung Ratu-Rejosari.
Tepatnya di Jalan Raya Natar bawah flyover, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi terhadap kejadian kecelakaan di lokasi tersebut pada 18 Juli 2024 lalu.
Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menyatakan bahwa penutupan perlintasan liar ini adalah upaya serius untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Baca juga : Kereta Api Tanjungkarang Diserbu Penumpang, Okupansi Capai 127 Persen
“Sejak Januari hingga Agustus 2024, kami mencatat ada 15 kasus kecelakaan di perlintasan sebidang.
“Akibatnya menyebabkan 4 orang meninggal dunia, 16 orang luka berat, dan 16 orang luka ringan,” ungkap Zaki, Selasa, 6 Agustus 2024.
KAI Divre IV Tanjungkarang Tutup 8 Titik Perlintasan Liar
Berikut adalah delapan titik perlintasan liar yang telah ditutup oleh PT KAI Divre IV Tanjungkarang sepanjang tahun 2024:
- KM 27+2/3 petak jalan Gedungratu-Rejosari, Merak Batin
- KM 32+1/2 petak jalan Rejosari-Branti, Branti Raya
- KM 193+9/0 Way Pisang-Martapura, Kotabaru
- KM 87+2/3 Kalibalangan-Candimas
- KM 82+4/5 Blambangan Pagar-Kalibalangan
- KM 86+0/1 Blambangan Pagar-Kalibalangan
- KM 7+7/8 Gedungratu-Tanjungkarang
- KM 25+1/2 petak jalan Stasiun Gedung Ratu-Rejosari Jalan Raya Natar bawah flyover, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.





Lappung Media Network