Lappung – Konsumsi pepaya di Lampung Selatan melonjak tajam, ini penyebabnya!
Pengeluaran masyarakat untuk membeli pepaya di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2023 mengalami lonjakan signifikan, mencapai Rp559,1 per kapita per minggu.
Baca juga : Sehat Tanpa Gula: Mungkinkah?
Angka ini menunjukkan kenaikan yang mencolok dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp395,93 per kapita per minggu.
Menurut data BPS dilansir pada Selasa, 6 Agustus 2024, pengeluaran rata-rata per kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan.
Baik yang berasal dari pembelian, pemberian, maupun produksi sendiri, yang kemudian dibagi dengan jumlah anggota rumah tangga tersebut.
Konsumsi rumah tangga dibedakan menjadi konsumsi makanan dan bukan makanan.
Dan data ini hanya mencakup pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga saja.
Kenaikan pengeluaran untuk pepaya ini mencerminkan tren konsumsi masyarakat Lampung Selatan yang semakin menggemari buah tropis ini.
Baca juga : Sering Dianggap Sehat. 4 Camilan Ini Ternyata Berdampak Buruk
Beberapa faktor yang mendorong lonjakan konsumsi pepaya antara lain:
Kesadaran Akan Manfaat Kesehatan:
Pepaya dikenal kaya akan vitamin C, serat, dan antioksidan.
Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat dan konsumsi buah-buahan segar dapat menjadi salah satu pendorong utama peningkatan konsumsi pepaya.
Ketersediaan dan Aksesibilitas:
Distribusi pepaya yang semakin baik dan mudah diakses di pasar-pasar tradisional maupun modern turut berkontribusi terhadap meningkatnya konsumsi.
Program-program promosi buah lokal oleh pemerintah daerah juga mungkin memainkan peran penting.
Harga yang Terjangkau:
Dibandingkan dengan buah-buahan impor, pepaya lokal memiliki harga yang relatif lebih terjangkau.
Sehingga menjadi pilihan favorit bagi banyak keluarga di Lampung Selatan.
Konsumsi Pepaya di Lampung Selatan Melonjak Tajam
Diketahui, pengeluaran untuk pepaya di Lampung Selatan menempati urutan keempat terbesar dalam kelompok buah-buahan, setelah jeruk bali (Rp1.443,87 per kapita per minggu).
Baca juga : Bye-bye Bau Ketek! Jurus Ampuh Hilangkan Bau Ketiak Secara Alami
Kemudian, pisang lainnya (Rp1.196,75 per kapita per minggu), dan salak (Rp714,97 per kapita per minggu).
Meskipun begitu, pengeluaran untuk pepaya ini cukup signifikan, mengingat adanya peningkatan sebesar Rp163,17 per kapita per minggu dibandingkan tahun lalu.
Secara nasional, pengeluaran rata-rata per kapita untuk membeli pepaya adalah Rp256,5 per kapita per minggu.
Lampung Selatan sendiri berada di peringkat ke-203 dalam hal pengeluaran untuk pepaya.
Angka tersebut jauh di bawah Kabupaten Yahukimo yang mencatat pengeluaran tertinggi sebesar Rp2.516,96 per kapita per minggu.
Selain faktor-faktor di atas, lonjakan ini juga dapat dipengaruhi oleh peningkatan daya beli masyarakat.
Publikasi BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita di Kabupaten Lampung Selatan mencapai Rp1,23 juta per kapita dalam sebulan pada Maret 2023.
Naik 14,39 persen dibandingkan Maret 2022 yang sebesar Rp1,08 juta per kapita per bulan.
Dengan terus meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat serta dukungan dari berbagai program pemerintah, diharapkan tren positif ini dapat terus berlanjut.
Hingga nantinya memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik bagi seluruh warga Lampung Selatan.
Baca juga : 7 Cara Memperbanyak Produksi ASI bagi Ibu Menyusui: Tips dan Panduan Penting





Lappung Media Network