Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Pemerintahan » Buntut Keracunan MBG Lampung, BPS Pertajam Survei Keamanan Pangan 

    Buntut Keracunan MBG Lampung, BPS Pertajam Survei Keamanan Pangan 

    by Irjen
    28/10/2025
    in Pemerintahan
    Buntut Keracunan MBG Lampung, BPS Pertajam Survei Keamanan Pangan 

    Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Foto: Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Kasus keracunan makanan yang menimpa 78 siswa di sebuah pondok pesantren di Lampung menjadi alarm keras bagi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Baca juga : Diduga dari Ayam Basi, 51 Siswa di Lampung Utara Keracunan Massal MBG

    Insiden ini memicu evaluasi ketat terhadap standar higienitas dan keamanan pangan dalam rapat koordinasi daerah (Rakorda) yang diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung.

    Rakorda Survei Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program MBG Tahap II Tahun 2025, yang digelar di Swiss-Belhotel Lampung, kemarin, secara khusus menyoroti urgensi perbaikan tata kelola di lapangan.

    Fungsional Sanitarian Ahli Madya Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Yuliana, secara tegas mengangkat insiden yang terjadi di Pondok Pesantren Baitul Nur pada 14 Oktober 2025 lalu sebagai catatan kritis.

    “Kasus ini menegaskan perlunya indikator tambahan pada survei tahap II untuk mengukur standar ketepatan gizi dan keamanan pangan di TPP (Tempat Persiapan Pangan),” tegas Yuliana, dikutip pada Selasa, 28 Oktober 2025.

    Menanggapi hal itu, Ketua Satgas MBG Daerah, Saipul, menyatakan komitmennya untuk memperketat pengawasan.

    Data dari BPS, menurutnya, akan menjadi dasar krusial untuk perbaikan sistem pelaksanaan program.

    “Keberhasilan implementasi MBG sangat bergantung pada sinergi lintas sektor.

    “Survei BPS ini menjadi langkah evaluasi krusial agar tujuan perbaikan gizi anak tercapai,” ujar Saipul, yang juga Kepala Dinas PMDT Provinsi Lampung.

    Ia menambahkan, Satgas MBG berkomitmen memastikan setiap Sentra Produksi dan Pengolahan Gizi (SPPG) mematuhi standar operasional, termasuk kewajiban memiliki Sertifikat Laik Higienis (SLHS) dan sertifikat penjamah makanan.

    “Sinergi antarinstansi juga harus diperkuat dalam pencegahan dan penanganan kejadian luar biasa seperti keracunan makanan,” jelasnya.

    Baca juga : MBG Lampung Timur Kembali Telan Korban, Puluhan Siswa Dirawat Usai Keracunan Roti Sosis

    Sementara, Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menegaskan posisi BPS sebagai lembaga independen yang vital dalam memastikan akuntabilitas program strategis nasional ini.

    “Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi penting menuju Indonesia Emas 2045.

    “Peran BPS sangat vital dalam memastikan akuntabilitas dan efektivitas program melalui data yang independen,” ujar Ahmadriswan.

    Ia menjelaskan, Rakorda ini bertujuan memperkuat koordinasi lapangan dan menyempurnakan instrumen survei agar data yang dihasilkan semakin akurat dan relevan untuk kebijakan.

    Berdasarkan hasil sementara Survei Monev Tahap I secara nasional, program MBG menunjukkan potensi besar sebagai stimulus ekonomi.

    Ahmadriswan menyebut nilai kontrak telah mencapai Rp2,65 triliun dengan penyerapan 53.776 pekerja di SPPG.

    Dari perspektif pendidikan, program ini dinilai memiliki peran strategis dalam peningkatan kualitas SDM.

    Kabid Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Suslina Sari, menyoroti data BPS tahun 2024 yang menunjukkan 10,68 persen penduduk Lampung masih mengalami ketidakcukupan konsumsi pangan.

    “Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional. Ini mempertegas urgensi program MBG. Ini bukan sekadar memberi makan, tetapi intervensi gizi dan pendidikan secara simultan,” jelas Suslina.

    Menanggapi seluruh masukan, Ahmadriswan memastikan BPS akan menyempurnakan instrumen dan manajemen lapangan pada Survei Tahap II yang akan dilaksanakan November mendatang.

    “Survei ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga akan menghasilkan rekomendasi kebijakan konkret berbasis data akurat dan tepercaya,” tutupnya.

    Baca juga : Tercoreng Kasus Keracunan, Program Makan Gratis Prabowo Diawasi Super Ketat di Lampung

    Tags: Berita LampungBPS LampungEvaluasi MBGIndonesia Emas 2045Keamanan PanganKeracunan MakananMBG LampungPemprov LampungProgram Makan Bergizi GratisStandar Higienitas
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen, Pemprov Lampung Satu Suara dengan Pusat Kendalikan Inflasi

    Next Post

    Usut Proyek SPAM Rp8,2 Miliar, Eks Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Ditahan

    Related Posts

    Pemerintahan

    BPN Kota Palangka Raya Luncurkan Inovasi LASUT HUMA

    09/05/2026
    Pemerintahan

    LAKUWAL Inovasi Cerdas BPN Kota Palangka Raya

    08/05/2026
    Pemerintahan

    Dua Dirjen PKP Pamitan, Tak Sejalan dengan Maruarar Sirait?

    25/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 5 Fakta Sains Jarang Diketahui: Tapi Nyata, Nomor 3 Bikin Kaget!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Rahasia Luar Angkasa yang Diungkap Ilmuwan: Menakjubkan!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengungkap Fakta Kalori Sepiring Nasi Putih: Dampaknya bagi Kesehatan?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 5 Hal Menakjubkan tentang Otak Manusia: Jarang Diketahui Masyarakat Awam

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Perspektif Psikologi tentang Membaca Garis Tangan: Mengungkap Fakta Ilmiah atau Sekadar Mitos?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 5 Penyebab Obesitas pada Anak: Dampaknya, Upaya Pencegahan dan Penanganannya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version