Lappung – Cegah kepunahan ratusan guru dilatih lestarikan bahasa Lampung.
Kekhawatiran akan makin tergerusnya bahasa daerah mendorong aksi nyata.
Baca juga : Revitalisasi Bahasa Lampung, Waykanan Perbaiki Buku Ajar Berbasis Geolinguistik
Sebanyak 112 guru sekolah dasar (SD) dari seluruh penjuru Lampung kini menjadi garda terdepan dalam misi penyelamatan Bahasa Lampung.
Mereka tengah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang digelar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Lampung, pada 7-9 Juli 2025.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi Lampung ini bukan sekadar pelatihan biasa.
Ini adalah bagian dari program prioritas nasional yang bertujuan untuk memastikan bahasa daerah, khususnya Bahasa Lampung, tidak hilang ditelan zaman.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Halimi Hadibrata, menjelaskan bahwa program ini adalah mandat langsung dari undang-undang untuk melindungi kekayaan budaya bangsa.
Baca juga : Uang Komite SMA dan SMK Negeri Lampung Resmi Dihapus, Biaya Ditanggung APBD
Menurutnya, peran guru adalah kunci utama keberhasilan program ini.
“Para guru yang hadir di sini adalah guru utama. Kami titipkan harapan besar kepada mereka,” ujar Halimi dalam sambutannya, Selasa, 8 Juli 2025.
Halimi memaparkan strategi utama program ini adalah efek bola salju atau pengimbasan berjenjang.
Para guru yang dilatih diharapkan tidak menyimpan ilmu itu untuk diri sendiri, melainkan menyebarkannya lebih luas lagi.
“Jika satu guru utama bisa menularkan ilmunya kepada 10 guru sejawat, dan mereka semua mengajarkannya kepada siswa, maka program revitalisasi ini akan berjalan optimal.
“Mereka akan kembali dengan tekad kuat melindungi Bahasa Lampung,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Lampung.
Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), yang diwakili oleh Dewi Anggraini, mengapresiasi langkah pemerintah pusat ini sebagai bentuk perhatian serius terhadap kelestarian budaya lokal.
“Semoga melalui pelatihan ini, kolaborasi berbagai pihak semakin kuat dalam merumuskan strategi jitu untuk merevitalisasi bahasa daerah di Provinsi Lampung,” kata Dewi.
Baca juga : 1 Juta Tenaga Kerja! BLK Lampung Dipoles Jadi UPTP Berkelas Nasional
Selama 3 hari, para guru tidak hanya duduk mendengarkan teori.
Ketua pelaksana kegiatan, Sustiyanti, melaporkan bahwa para peserta akan dibekali berbagai model pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.
“Para narasumber akan membekali peserta dengan berbagai materi praktis,” jelas Sustiyanti.
Materi yang akan diberikan antara lain:
- Teknik mendongeng dalam Bahasa Lampung.
- Penciptaan dan adaptasi lagu anak-anak.
- Penulisan dan pembacaan puisi tradisional (pisaan).
- Pembelajaran Aksara Lampung yang interaktif.
Dengan membekali para guru metode pengajaran yang modern dan relevan, diharapkan kecintaan siswa terhadap bahasa ibu mereka dapat tumbuh kembali.
Upaya ini menjadi harapan baru agar gema Bahasa Lampung terus terdengar di Bumi Ruwa Jurai hingga generasi-generasi mendatang.
Baca juga : BRCC Buka Jalan Pemuda Lampung ke Tiongkok: Kuliah, Magang, dan Karir Global





Lappung Media Network