Lappung – Menjelang perhelatan akbar Festival Way Kambas pada 30 November 2025, panitia pelaksana melakukan terobosan menarik dari sisi branding acara.
Tahun ini, festival tersebut akan menampilkan identitas visual baru yang dituangkan dalam desain logo dan jersey resmi yang sarat akan filosofi lokal.
Baca juga : Agoda: Lampung Jadi Bintang Baru Pariwisata, Minat Melonjak 103 Persen
Tidak sekadar pakaian seragam untuk peserta, jersey edisi khusus ini dirancang dengan menggabungkan kekayaan alam dan jejak sejarah peradaban di Lampung Timur.
Salah satu panitia Festival, Reza Aziz Mukti, menjelaskan bahwa desain tersebut sengaja dibuat untuk merangkum identitas daerah dalam satu tampilan yang harmonis.
“Desain jersey ini terinspirasi langsung dari kekayaan alam, budaya, dan sejarah Lampung Timur.
“Setiap elemen yang kami tampilkan memiliki makna dan kisahnya masing-masing,” ungkap Reza dalam keterangannya, Senin, 10 November 2025.
Secara detail, Reza memaparkan bahwa jersey tersebut memadukan elemen ikonik Gajah Way Kambas sebagai simbol kebanggaan daerah, serta Badak Sumatera yang mewakili ketangguhan satwa endemik langka.
Yang membuat unik, desain ini juga memasukkan unsur sejarah lewat representasi Situs Pugung Raharjo, sebuah kompleks peninggalan zaman megalitikum yang menjadi bukti tua peradaban di Lampung Timur.
Baca juga : Inisiasi Perdana Gubernur Mirza: Lampung Fest 2025 Tanpa APBD
“Selain satwa, kami juga mengangkat kekayaan budaya lewat corak Siger dan Tapis Lampung yang melambangkan kemuliaan dan ketekunan, serta ornamen Tari Melinting dari Keratuan Melinting,” tambahnya.
Peluncuran identitas visual yang kuat ini diharapkan dapat mendongkrak daya tarik festival yang akan diisi oleh beragam kegiatan, mulai dari colour run, bazaar UMKM, hingga atraksi seduh kopi nusantara.
Upaya panitia ini mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim.
Sosok yang akrab disapa Nunik ini menegaskan bahwa Festival Way Kambas harus menjadi momentum titik balik kebangkitan pariwisata di Lampung Timur.
Menurutnya, potensi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) sangat besar, terlebih dengan status internasional yang disandangnya.
“Status ASEAN Heritage Park menjadikan Way Kambas bukan hanya milik masyarakat Lampung atau Indonesia saja, tetapi telah menjadi milik masyarakat ASEAN.
“Kita harus dorong ini untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Nunik.
Baca juga : Kritik Keras Sujiwo Tejo, Anak Muda Lampung Kurang Bangga Bahasa Daerah





Lappung Media Network