Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Cuan Mana Tanam Singkong atau Jagung?

    Cuan Mana Tanam Singkong atau Jagung?

    by Irzon Dwi Darma
    13/10/2025
    in Ekonomi
    Cuan Mana Tanam Singkong atau Jagung?

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Di tengah transformasi besar sektor pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong petani untuk beralih dari menanam singkong ke jagung.

    Langkah ini dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi dan sejalan dengan arah pengembangan industri pangan nasional.

    Baca juga : Pemerintah Dukung Migrasi Tanam Singkong ke Jagung

    Harga jagung panen basah dengan kadar air 32 persen kini dijamin pemerintah di kisaran Rp4.400 per kilogram, sementara jagung kering mencapai Rp5.500–Rp6.500 per kilogram.

    Dengan dua kali musim tanam per tahun, petani bisa memperoleh pendapatan rata-rata Rp3–4 juta per hektar per bulan.

    Sebaliknya, komoditas singkong dinilai belum memberikan keuntungan signifikan.

    Pendapatan petani singkong hanya sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per hektar per bulan untuk satu kali tanam.

    Kondisi ini diperparah oleh rendahnya harga singkong di berbagai daerah.

    “Jika dilihat dari harga dan margin keuntungan, jagung jauh lebih menjanjikan dibanding singkong.

    “Petani juga lebih cepat berputar modal karena bisa panen dua kali setahun,” ujar pemerhati pembangunan Mahendra Utama, Senin, 13 Oktober 2025.

    Harga Singkong Lesu

    Harga singkong di berbagai provinsi Indonesia masih stagnan di bawah nilai ideal.

    Di Jawa Timur harga singkong sekitar Rp1.100/kg dengan rendemen 40 persen, di Jawa Tengah Rp1.150/kg, di Yogyakarta Rp1.330/kg, sedangkan di Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Palembang rata-rata Rp1.350/kg.

    Di Sumatera, kondisinya lebih berat. Di Sumatera Utara, harga singkong untuk pabrik hanya Rp600/kg, dan untuk UMKM Rp800/kg.

    Baca juga : 4 Komoditas Unggulan Lampung Timur

    Sementara di Sumatera Barat, harga masih berkisar Rp800/kg.

    Padahal, kata Mahendra, agar petani memperoleh keuntungan layak, harga ideal singkong di tingkat petani seharusnya antara Rp1.500 hingga Rp2.000/kg.

    Berbeda dengan singkong, permintaan jagung di Lampung terus melonjak tajam.

    Sejumlah pabrik pakan ternak bahkan mengaku kekurangan pasokan hingga dua kali lipat dari kebutuhan produksi.

    Pemerintah pusat juga menyiapkan pengembangan industri ethanol dan sorbitol berbasis jagung di Lampung, menandakan bahwa hilirisasi pangan kini bergerak ke arah komoditas strategis tersebut.

    Menurut Mahendra Utama, keberhasilan transformasi ini tak lepas dari peran Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang dinilai berkomitmen memperkuat kedaulatan pangan daerah dengan pendekatan modern dan berpihak kepada petani.

    “Di bawah kepemimpinan Rahmat Mirzani Djausal, dukungan terhadap petani tidak lagi sebatas slogan.

    “Ada program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan mereka,” kata Mahendra.

    Salah satu langkah konkret adalah peluncuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus petani jagung dan padi gogo melalui kerja sama Pemprov Lampung dengan Bank Lampung.

    Skema pembiayaan ini menjadi dorongan kuat bagi petani singkong yang ingin beralih ke jagung.

    Jika program berjalan sesuai rencana, dalam satu tahun ke depan, luas lahan singkong di Lampung diperkirakan berkurang hingga separuhnya.

    Pergeseran tersebut bukan sekadar pergantian tanaman, tetapi juga perubahan paradigma ekonomi desa dari sekadar bertahan hidup menjadi sektor pertanian bernilai tambah.

    “Lampung kini berada di ambang revolusi pangan baru. Jagung bukan hanya tanaman, tapi simbol kemandirian dan kesejahteraan petani,” tutup Mahendra Utama.

    Baca juga : Hilirisasi Bangun Lampung Emas

    Tags: #EkonomiHijau#LampungBerkembang#MahendraUtama#PertanianMaju#PetaniSejahtera
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    5 Pernyataan Dony Oskaria tentang Kebangkitan BUMN

    Next Post

    Proyek Energi Hijau Lampung Siap Serap 1000 Tenaga Kerja

    Related Posts

    Ekonomi

    9 Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online: Panduan Lengkap, Syarat, dan Langkah-Langkahnya

    01/07/2026
    Ekonomi

    Fahri Hamzah: Baku Beri Alarm atas Krisis Perumahan Nasional

    06/06/2026
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Menjelajah Kuliner Metro: Rujak Petir dan Campanella yang Menggoda

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menghubungkan Tokoh Bangsa dan Daerah dalam Peta Bandar Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gerbang Sumatera Berbayar Mahal: Mengapa Biaya Logistik Lampung Tak Pernah Kompetitif

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Harmoni dan Sejarah: Urgensi Penataan Nama Jalan di Bandar Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menyeruput Ketenangan Pagi Bersama Kopi Robusta Heler Way Kanan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung, Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional yang Dinanti

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version