Selama debat, kedua pasangan calon berusaha menonjolkan keunggulan masing-masing.
Arinal-Sutono terus memaparkan program pengembangan infrastruktur untuk mendukung potensi agrikultur.
Sementara Mirza-Jihan lebih banyak bicara soal pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan sektor pertanian dan perikanan.
Namun, persaingan gagasan tetap berlangsung dalam suasana yang kondusif dan penuh kehangatan, dengan kedua pasangan saling menghormati pandangan lawannya.
Para panelis juga terus mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis yang menguji kemampuan pasangan calon dalam merumuskan kebijakan strategis untuk Lampung.
Ketika ditanya soal strategi menghadapi tantangan ekonomi global, kedua pasangan menunjukkan pendekatan yang berbeda.
Arinal lebih menekankan pentingnya konektivitas dan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing daerah, sementara Mirza fokus pada pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Debat Pilgub Lampung 2024: Visi Infrastruktur dan Pembangunan Sektor Pertanian
Debat ini menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan Pilgub Lampung 2024.
Dengan berbagai visi dan program yang dipaparkan, masyarakat diharapkan semakin memahami karakter dan prioritas masing-masing pasangan calon.
Erwan Bustami, dalam penutupan debat, menyampaikan harapannya agar masyarakat Lampung dapat menggunakan hak pilihnya secara bijaksana pada pemilihan serentak Desember 2024.
“Debat ini memberi ruang bagi kandidat untuk memaparkan gagasannya. Semoga masyarakat dapat menentukan pilihan terbaik demi kemajuan Lampung,” ucapnya.
Dengan semakin dekatnya hari pemilihan, suasana politik di Lampung diperkirakan akan semakin menghangat.
Siapapun yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa provinsi ini ke arah yang lebih baik, dengan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Baca juga : Sowan ke Arinal, Mirza-Jihan Tunjukkan Sikap Hormat Usai Pengundian Nomor Urut





Lappung Media Network