Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Demokrasi dalam Bayangan Shutdown

    Demokrasi dalam Bayangan Shutdown

    by Irjen
    02/10/2025
    in Gaya Hidup
    Demokrasi dalam Bayangan Shutdown

    Eksponen 98, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi mengalami government shutdown atau penutupan layanan pemerintahan pada Kamis, 2 Oktober 2025.

    Peristiwa yang pertama kali terjadi dalam 7 tahun terakhir ini bukan hanya sekadar drama politik, tetapi menjadi cerminan rapuhnya kesepakatan anggaran di negara adidaya tersebut.

    Baca juga : Peran Strategis Diskominfo Daerah Digital

    Pemerhati sekaligus Eksponen 98, Mahendra Utama, menilai kebuntuan politik di Washington DC ini memberikan pelajaran fundamental bagi negara-negara demokrasi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

    Menurutnya, ketika kompromi menjadi barang langka, rakyat dan stabilitas global menjadi taruhannya.

    “Shutdown ini mengajarkan satu hal sederhana namun fundamental: demokrasi membutuhkan kompromi.

    “Ketika politik berubah menjadi perang urat saraf, yang dikorbankan bukan hanya gengsi politisi, tapi kesejahteraan rakyat,” tegas Mahendra, Kamis, 2 Oktober 2025.

    Apa Itu Government Shutdown?

    Secara sederhana, government shutdown adalah kondisi di mana sebagian besar operasional pemerintah federal AS dihentikan karena Kongres gagal menyetujui anggaran belanja sebelum tahun fiskal baru dimulai.

    Akibat sistem pemisahan kekuasaan yang ketat, kegagalan legislatif dan eksekutif untuk bersepakat dapat melumpuhkan negara.

    “Bayangkan pemerintah sebuah negara tiba-tiba berhenti beroperasi. Bukan karena kudeta atau bencana alam, tapi karena wakil-wakil rakyat di parlemen tidak bisa sepakat soal anggaran.

    “Ini adalah anomali yang hampir mustahil terjadi di negara demokrasi lain,” jelas Mahendra.

    Ratusan Ribu Pegawai Dirumahkan dan Ekonomi Merugi

    Sejarah mencatat, sejak 1976, AS telah mengalami setidaknya 20 kali shutdown.

    Dampaknya selalu menghantam warga biasa secara langsung.

    Pada penutupan kali ini, sekitar 900.000 pegawai federal terpaksa dirumahkan tanpa gaji.

    Baca juga : Hukum Dikalahkan Sinyal HP

    Sementara itu, 700.000 pekerja di sektor esensial seperti polisi, petugas keamanan bandara, dan pengawas lalu lintas udara tetap harus bekerja tanpa bayaran hingga anggaran disahkan.

    Lumpuhnya layanan publik juga tak terhindarkan. Taman nasional ditutup, museum Smithsonian kosong, dan bahkan program bantuan pangan vital untuk ibu dan anak (WIC) terancam berhenti.

    Kerugian ekonomi ditaksir mencapai Rp 6,6 triliun per hari, angka yang signifikan untuk mengikis pertumbuhan ekonomi nasional.

    Akar Masalah dan Ancaman Global

    Pemicu shutdown 2025 ini adalah kebuntuan sengit antara Partai Republik dan Demokrat terkait pendanaan program Affordable Care Act (dikenal sebagai Obamacare) dan subsidi asuransi kesehatan.

    Kedua kubu politik bersikeras pada posisi masing-masing, menjadikan rakyat sebagai korban.

    Riak dari kekacauan di AS ini terasa hingga ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

    Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memprediksi situasi ini akan menambah ketidakpastian di tengah perekonomian global yang sudah rapuh.

    Kinerja ekspor Indonesia ke depan diproyeksi akan semakin menantang.

    Mahendra Utama menyimpulkan bahwa peristiwa ini harus menjadi refleksi.

    “Di tengah polarisasi yang semakin dalam, kompromi justru menjadi barang yang sangat mahal.

    “Dan sayangnya, rakyatlah yang harus membayar harga dari mahalnya gengsi politik itu,” pungkasnya.

    Baca juga : Menata Ulang Masa Depan BUMN

    Tags: #AS#EkonomiGlobal#MahendraUtama#ShutdownDemokrasi
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Bupati Touna Gandeng PJS Wujudkan Wartawan Profesional

    Next Post

    2 Wajah Program MBG Lampung: Canggih Urus Limbah, Tapi Lalai Jaga Keamanan Pangan

    Related Posts

    Gaya Hidup

    6 Cara Alami Menurunkan Asam Lambung: Panduan Lengkap Meredakan Gejala dan Menjaga Kesehatan Lambung

    20/06/2026
    Gaya Hidup

    Sore di Flip Flop Coffee Antasari: Ruang Publik Urban yang Ramai dan Nyaman

    18/06/2026
    Gaya Hidup

    Apa Perbedaan AMOLED dan IPS LCD: Mana yang Lebih Baik?

    17/06/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Apa Perbedaan AMOLED dan IPS LCD: Mana yang Lebih Baik?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Apa Saja Perbedaan 4G dan 5G? Inilah Penjelasan Lengkapnya yang Wajib Anda Ketahui

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Uji Coba Strategis PTPN I di Kebun Rejosari Natar

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Proyek Sorgum Skala Besar Kerap Mengalami Kegagalan?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengganti Gandum Impor Melalui Diversifikasi Pangan Nasional

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Potensi Emas Hijau: Udang Galah Rawa Jitu dan Mesuji Timur Melambung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version