Lappung – Jumlah penduduk pemeluk agama Konghucu di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) tercatat masih sangat minim.
Baca juga : Menag Lantik Zulkarnain Pimpin Kanwil Kemenag Lampung
Berdasarkan data kependudukan per 31 Desember 2024, penganut Konghucu di kabupaten tersebut hanya berjumlah 8 jiwa.
Data ini dirilis oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang dilansir pada Jumat, 14 November 2025.
Angka tersebut dipastikan tidak mengalami perubahan atau stagnan jika dibandingkan dengan data statistik pada tahun sebelumnya, yang juga mencatat delapan jiwa penganut Konghucu di Lamsel.
8 jiwa pemeluk Konghucu ini merupakan bagian yang sangat kecil dari total populasi Lampung Selatan yang pada akhir 2024 lalu telah mencapai 1,11 juta jiwa.
Secara persentase, porsinya hanya setara 0,00072 persen dari total penduduk.
Dalam data ringkasan, angka ini sering dibulatkan menjadi 0,0 persen.
Baca juga : Angka Kurang Pangan Menurut BPS: Definisi dan Cara Menghitungnya
Data yang sama menunjukkan, Islam menjadi agama mayoritas mutlak di Lampung Selatan dengan 1.073.072 pemeluk, atau mencakup 96,7 persen dari total populasi.
Pemeluk agama terbesar kedua adalah Hindu sebanyak 15.901 jiwa (1,43 persen), diikuti oleh Protestan 12.976 jiwa (1,17 persen), dan Katolik 6.531 jiwa (0,59 persen).
Sementara itu, penganut agama Budha terdata sebanyak 999 jiwa (0,09 persen) dan penganut Aliran Kepercayaan tercatat 162 jiwa (0,01 persen).
Jika dilihat sebarannya di Provinsi Lampung, jumlah penganut Konghucu terbanyak berada di Kabupaten Tulang Bawang dengan 60 jiwa, disusul Kota Bandarlampung sebanyak 34 jiwa.
Adapun jumlah 8 jiwa di Lampung Selatan setara dengan Kabupaten Lampung Tengah, yang juga tercatat memiliki 8 penganut Konghucu.
Beberapa kabupaten lain di Lampung, seperti Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Tulangbawang Barat, tercatat tidak memiliki penduduk beragama Konghucu sama sekali (nol jiwa) berdasarkan data Dukcapil terbaru.
Baca juga : Wujudkan Toleransi, Bandarlampung Gelar Karnaval Lintas Agama




Lappung Media Network