Soal isu beredar kabar tentang penganiayaan yang dilakukan anak buahnya, Kasat juga menyampaikan penjelasan rinci.
“Saya selaku Kasat Res Narkoba Polres Lampung Utara bertanggungjawab bahwa tidak ada, dengan bukti almarhum kami serahkan ke piket Sat Tahti tidak ada luka sama sekali,” kata dia.
AKP Made Indra mendapat informasi dari sesama tahanan yang bersama almarhum tentang pengakuan pelaku yang diceritakan pada sesama tahanan.
“Ada tahanan disini yang mendengar cerita dari almarhum bahwa yang bersangkutan menelan Narkoba miliknya saat penggeledahan petugas di rumah almarhum,” tuturnya.
Hingga ketika Polisi menggeledah rumah almarhum hanya menemukan barang bukti ponsel, plastik klip, timbangan digital, dan bong tanpa menemukan Narkoba.
“Karena takut ditangkap Polisi sabunya di telan, ini pengakuan dari tahanan yang sudah kami lakukan pemeriksaan, ditanyakan oleh tahanan yang ada di dalam, berapa banyak kamu telan, di jawab almarhum kurang lebih 2 gram yang di telan,” ungkap Made.
Selanjutnya untuk masalah informasi tidak ada pengawalan petugas saat di rumah sakit itu juga tidak benar, karena pihak keluarga tahu bahwa RD dirumah sakit justru informasi dari pihak Kepolisian.
Baca Juga : Warga Sungkai Utara Berikut Paket Sabu Ditangkap Polisi
AKP Made Indra menyatakan, pihak rumah sakit mana tahu dengan keluarga RD termasuk foto-foto dan video ambulance itu kan dari anggota kita yang merekam.
“Kami berharap keluarga bersedia untuk autopsi supaya jelas, agar lebih pasti mengetahui kondisi korban yang sebenarnya,” tutup Made Indra.
Baca Juga : Polisi Geledah Rumah di Sungkai Utara Ditemukan 12,24 Gram Sabu
Terpisah, Kasi Humas AKP Zulkarnaen menyampaikan Polri bekerja secara profesional sesuai fakta yang ada, terkait dengan isu atau pun tanggapan masyarakat bahwa ini ada peristiwa lain yang dilakukan anggota Polri, di pastikan itu adalah tidak benar.
“Kepada masyarakat apabila mengetahui ada suatu berita yang belum jelas tolong diklarifikasi dengan pihak kepolisian,” harapnya.





Lappung Media Network