Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » Dishut Lampung Launching Festival Wisata Hutan

    Dishut Lampung Launching Festival Wisata Hutan

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    21/06/2023
    in Metropolitan
    Dishut Lampung Launching Festival Wisata Hutan

    Kadis Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, di kawasan hutan Register 20. Foto : Yopie Pangkey

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Dishut Provinsi Lampung launching Festival Wisata Hutan guna mendukung kegiatan Festival Krakatau 2023. 

    Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung memberikan dukungan untuk kegiatan Festival Krakatau 2023 atau K-Fest 2023. 

    Baca juga : Festival Krakatau Tonjolkan Nyubuk dan Sekura

    Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk kegiatan Festival Wisata Hutan (FWH).

    Festival Wisata Hutan 2023 ini akan di launching pada 3 Juli 2023 di kantor UPTD KPH Tahura di Sumber Agung, Kota Bandarlampung. 

    Festival ini juga turut mengundang masyarakat umum merasakan pesona hutan Lampung, perpaduan keindahan alam dan kearifan lokal masyarakat sekitar.

    Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, mengatakan, festival ini akan menyuguhkan daya tarik yang ada di dalam kawasan hutan. 

    FWH ini juga menjadi ajang perhelatan yang dikelola oleh para petani hutan, yang menjadikan hutan sebagai sumber mata pencaharian mereka. 

    Sehingga daya tarik tersebut harus optimal dimanfaatkan.

    “Berbeda dengan festival-festival lainnya, FWH memiliki ciri khasnya sendiri,” jelas Yanyan, Rabu, 21 Juni 2023. 

    Objek wisata yang ditampilkan dalam festival ini, sambungnya, terletak di dalam kawasan hutan, dengan menghadirkan pengalaman unik bagi pengunjung. 

    Tidak hanya menawarkan pemandangan yang memukau, FWH juga menjadi ajang perhelatan yang dikelola oleh para petani hutan.

    “Yang nantinya menjadikan hutan sebagai sumber mata pencaharian mereka,” jelas Yanyan Ruchyansyah.

    Menurutnya, kegiatan ini sebuah keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri. 

    Dengan adanya perhutanan sosial maka seluruh aspek yang ada di dalam kawasan hutan sekarang sudah memiliki persetujuan perhutanan sosial. 

    “Sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tidak membutuhkan lagi perizinan baru untuk memanfaatkannya,” ujar Yanyan.

    Ia menjelaskan, FWH sendiri telah menjadi festival kedua yang diadakan. 

    Baca juga : Sungai Bronjong Jadi Pusat Festival Bulimau Belangiran

    Tahun 2021, lanjutnya, Dinas Kehutanan pernah melaksanakan Festival Hutan yang di dalamnya ada unsur wisata. 

    Dishut Lampung Launching Festival Wisata Hutan
    Festival Wisata Hutan. Foto : Arsip Dishut Lampung

    “Untuk sebutan Festival Wisata Hutan, baru dua kali diadakan. Yaitu tahun 2022 dan tahun 2023,” ungkapnya. 

    Dishut pun mengaku, bahwa FWH masih dalam tahap pembelajaran.

    “Ini sesuatu yang baru dalam pengelolaan hutan, mengangkat aspek wisata. Kami bukan mengambil porsi dinas pariwisata

    “Tapi mencoba untuk mengangkat potensi dan membuat masyarakat umum tahu ada potensi wisata yang bisa dimanfaatkan dalam kawasan hutan,” terangnya lagi.

    Ia pun berharap, ingin festival ini terasa sebagai sebuah perayaan. 

    Festival ini akan menghadirkan berbagai kegiatan menarik selama tujuh hari berturut-turut. Mulai dari kegiatan lomba dan pameran objek wisata. 

    “Termasuk pameran hasil hutan bukan kayu yang bisa dimanfaatkan untuk cinderamata dan lain-lain,” jelas Yanyan.

    Dishut Lampung launching Festival Wisata Hutan

    Peluncuran FWH direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2023 di Swiss-Belhotel Lampung.

    Hybrid dengan acara pameran di Kantor UPTD KPH Tahura di Sumber Agung.

    Baca juga : Krui Tuan Rumah World Surf League

    Yanyan menerangkan, waktu pelaksaan FWH adalah hasil koordinasi dengan Dinas Parekraf dan ini memang diakui sebagai rangkaian dari festival krakatau. 

    Kata dia, akan ada overlapping dengan kegiatan Festival Krakatau. Diharapkan, pengunjung K-Fest juga akan berkunjung ke kegiatan Festival Wisata Hutan.

    “Kami semua bekerja berdasarkan visi misi dan janji kerja gubernur. Pak Arinal Djunaidi ingin Lampung kaya akan festival,” kata dia. 

    Dan kolaborasi ini juga, sambungnya, sesuai dengan misi gubernur dalam pengelolaan sumber daya alam untuk kesejahteraan bersama.

    Ayo ramaikan Festival Wisata Hutan Lampung 2023 yang berlangsung selama 7 hari dalam rangka mendukung Festival Krakatau 2023. 

    Sekadar informasi, kegiatan ini sekaligus untuk mengetahui di mana saja potensi wisata hutan yang bisa dinikmati.

    Sekaligus mensejahterakan masyarakat hingga melestarikan fungsi hutan.

    Baca juga : Riana Sari Arinal Serahkan Hadiah Festival Qasidah

    Tags: Dinas Kehutanan LampungDishut LampungFestival KrakatauFestival Wisata HutanFWHHutan Register 20Kepala Dinas Kehutanan Provinsi LampungYanyan Ruchyansyah
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Marak Kasus Perdagangan Orang, Imigrasi Kotabumi Perketat Penerbitan Paspor

    Next Post

    Warga Jogja Nyaris Immortal

    Related Posts

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar
    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    "Gentengisasi" Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?
    Metropolitan

    “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    05/02/2026
    Fahri Hamzah Tinjau Muara Angke: Dorong Konsep Rumah Panggung Nelayan
    Metropolitan

    Wamen PKP Pastikan Hunian Pesisir Muara Angke Layak

    31/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved