Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Budaya » Festival Krakatau Tonjolkan Nyubuk dan Sekura

    Festival Krakatau Tonjolkan Nyubuk dan Sekura

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    20/06/2023
    in Budaya
    Festival Krakatau Tonjolkan Nyubuk dan Sekura

    Kadis Parekraf Bobby Irawan (tengah), didampingi Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata. Foto : Yopie Pangkey

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Festival Krakatau bakal tonjolkan akar budaya asli Lampung seperti Nyubuk dan Sekura.

    Festival Krakatau 2023 akan memperkenalkan akar budaya Lampung dalam bungkus kontemporer. 

    Baca juga : Krui Pro dan TNBBS Wisata Paket Lengkap

    Budaya Tuping atau tutup kepala akan menjadi sorotan utama.

    Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, Bobby Irawan.

    Bobby menjelaskan, budaya Tuping telah mengakar di beberapa kabupaten di Provinsi Lampung.

    Seperti, Sekura di Lampung Barat, Tuping di Lampung Selatan, dan budaya Nyubuk di masyarakat Pepadun. 

    “Budaya-budaya itulah yang akan diangkat dalam Festival Krakatau 2023,” ungkap Bobby, Selasa, 20 Juni 2023. 

    Ia berharap, pada tahun-tahun ke depan budaya Tuping ini menjadi karakter yang kuat dari Festival Krakatau. 

    “Kami akan selalu mengangkat budaya Tuping dalam setiap penyelenggaraan Festival Krakatau di tahun-tahun berikutnya,” ungkap Bobby.

    Menjawab keinginan banyak masyarakat untuk bisa terlibat secara aktif, Disparekraf Provinsi Lampung menawarkan kegiatan festival yang unik. 

    Masyarakat akan diajak terlibat secara aktif, baik sebagai penonton maupun peserta kirab.

    Baik yang menonton dan yang kirab, semua mengenakan Tuping, menggunakan tutup kepala. 

    “Ini akan kita lombakan untuk masyarakat. Sehingga mereka akan merasa memiliki. Ini festival milik masyarakat Lampung, bukan festival milik kelompok tertentu,” jelasnya.

    Baca juga : Krui Pro dan Kemegahan Lampung

    Menurut Bobby, festival ini adalah festival bersama untuk seluruh masyarakat Lampung. 

    Dan festival ini juga, merupakan bagian dari janji kerja Gubernur Lampung untuk mengembangkan pariwisata di Provinsi Lampung.

    “Yang pasti penyelenggaraan Festival Krakatau 2023 ini adalah bagian dari 33 janji gubernur, salah satunya adalah Lampung kaya festival.” tuturnya.

    Festival Krakatau tonjolkan Nyubuk dan Sekura

    Menjadi bagian dari strategi untuk mengembangkan pariwisata di Lampung, pihaknya juga akan mengundang beberapa provinsi yang memiliki budaya yang sama. 

    “Seperti Provinsi Bali, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan lainnya.” kata dia. 

    “Dengan mengundang provinsi lain, berarti festival krakatau tahun ini levelnya nasional,” jelasnya lagi. 

    Festival Krakatau 2023 yang berlangsung selama 1 yaitu tanggal 8 Juli 2023, menurut Bobby, merupakan bagian dari strategi mengumpulkan massa.

    Baca juga : Lampung Tuan Rumah Stand Up Paddle

    “Bila dilaksanakan beberapa hari, minat masyarakat akan terpecah-pecah. Sekarang kami pusatkan di satu tempat di PKOR Way Halim dan diadakan 1 hari penuh,” terangnya.

    Disparekraf juga akan melibatkan anak-anak sekolah dalam acara mewarnai topeng di pagi hari, kemudian pemecahan rekor MURI oleh komunitas dan stakeholder kuliner.

    “Ada juga kirab budaya sebagai menu utama di siang hari,” ujar Bobby.

    “Dan di malam hari akan ada hiburan rakyat yang mendatangkan artis asal Lampung yang sudah cukup terkenal di nasional,” tambahnya lagi. 

    Terkait Gunung Anak Krakatau yang masih aktif, tur krakatau tidak akan dilaksanakan di bulan Juli. 

    Jika memungkinkan akan dilaksanakan pada post event di akhir Agustus. 

    Selain sedang aktif-aktifnya, menurut Bobby, kondisi Gunung Anak Krakatau juga sudah berbeda dari sebelumnya.

    Dengan dukungan dari berbagai media dan pegiat pariwisata, festival ini diharapkan memiliki karakter yang kuat.

    Sehingga, dapat meningkatkan popularitas Lampung secara nasional dan global.

    “Untuk penonton, kita targetkan minimal 5 sampai 10 ribu orang akan datang pada acara festival ini. Dan saya yakin jumlah ini akan terlampaui,” tandasnya. 

    Baca juga : Krui Tuan Rumah World Surf League

    Tags: Anak KrakatauBudaya LampungBudaya NyubukBudaya SekuraBudaya TupingDinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif LampungDisparekraf LampungFestival KrakatauFestival Krakatau 2023Gunung Anak Krakatau
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Rahmat Mirzani Djausal: Kader Gerindra Lampung Jangan Pelit

    Next Post

    Bawa Kabur Barang Puluhan Juta, 2 Pelaku Curat Ditangkap Polsek Sungkai Selatan 

    Related Posts

    Aturan Baru! Saat Kamis Beradat, Dilarang Gengsi Bicara Bahasa Lampung
    Budaya

    Aturan Baru! Saat Kamis Beradat, Dilarang Gengsi Bicara Bahasa Lampung

    15/01/2026
    Festival Kreasi Inklusi Indonesia (FKII) 2025 mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Depok
    Budaya

    Festival Kreasi Inklusi Indonesia 2025: Dukung Hak Disabilitas

    29/11/2025
    Unik, Jersey Festival Way Kambas Padukan Ikon Gajah dan Situs Purba
    Budaya

    Unik, Jersey Festival Way Kambas Padukan Ikon Gajah dan Situs Purba

    10/11/2025
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved