Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Divert di Lampung dan Lumpuhnya Jakarta: Menguji Resiliensi Transportasi Saat Cuaca Ekstrem

    Divert di Lampung dan Lumpuhnya Jakarta: Menguji Resiliensi Transportasi Saat Cuaca Ekstrem

    Irjen by Irjen
    13/01/2026
    in Ekonomi
    Divert di Lampung dan Lumpuhnya Jakarta: Menguji Resiliensi Transportasi Saat Cuaca Ekstrem

    Ilustrasi-Potret dramatis cuaca ekstrem: Pesawat Garuda dan Citilink 'divert' di apron basah, sementara KA Bandara melintas lancar di atas jalan tol yang lumpuh total akibat banjir. Foto: Arsip Lappung/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Minggu, 12 Januari 2025 berdampak signifikan pada sektor transportasi.

    Kabut tebal dan jarak pandang di bawah batas minimum memaksa sejumlah penerbangan tujuan Bandara Soekarno-Hatta (CGK) mengalihkan pendaratan (divert) ke bandara penyangga.

    Baca juga : Dari 9 Jam ke 3,5 Jam: Mimpi Besar Kereta Cepat yang Menyatukan Jawa

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, yang saat itu tengah melakukan perjalanan udara menggunakan Citilink QG 993, menjadi saksi langsung dampak cuaca buruk tersebut.

    Di Apron Bandara Radin Inten II, Lampung, ia mendapati pemandangan tak biasa, 3 unit armada Boeing 737-800 milik Garuda Indonesia dari rute internasional Hong Kong dan Singapura terpaksa melakukan pendaratan darurat.

    “Mereka bukan transit, tapi divert karena Jakarta nyaris tertutup kabut tebal.

    “Ini momen krusial yang menguji kesiapan infrastruktur kita,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Selasa, 13 Januari 2026.

    Radin Inten II Siap Jadi Penyangga

    Menurut data yang dihimpun, sekitar 109 penerbangan dari dan menuju Jakarta terdampak cuaca buruk hari itu.

    Bagi Mahendra, keputusan pilot melakukan divert bukan sekadar prosedur teknis keselamatan, melainkan bukti ketangguhan Bandara Radin Inten II sebagai bandara cadangan.

    “Infrastruktur di Sumatera terbukti solid menjadi penyelamat saat Jakarta ngambek.

    “Apresiasi untuk pilot, ATC, dan tim Bandara Radin Inten II yang sigap menampung lonjakan pesawat internasional, padahal biasanya didominasi penerbangan domestik,” tegas Mahendra.

    Ia menekankan bahwa dalam dunia penerbangan, keselamatan adalah harga mati.

    Opsi holding (berputar di udara) atau divert menunjukkan kematangan pengambilan keputusan para pilot Indonesia di tengah situasi kritis.

    Kereta Bandara Jadi Solusi Kemacetan

    Tantangan tidak berhenti di udara. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, akses jalan tol menuju pusat kota Jakarta dilaporkan lumpuh akibat banjir.

    Ribuan kendaraan terjebak macet total (stuck). Dalam situasi chaos tersebut, moda transportasi berbasis rel menjadi solusi vital.

    Mahendra menyoroti peran krusial KA Bandara Railink (KA Basoetta) yang tetap beroperasi normal di saat akses jalan raya terputus genangan air.

    Baca juga : Pariwisata Lampung: Lonjakan Pengunjung, Jalan Gelap

    “Saat jalan tol sudah jadi kolam raksasa, kereta api justru jadi pahlawan.

    “Ini membuktikan pentingnya sistem transportasi berbasis rel yang memiliki jalur sendiri dan bebas banjir,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, penggunaan KA Bandara (923A/924A) bukan lagi soal gaya hidup, melainkan pilihan rasional di tengah ketidakpastian cuaca.

    Kesiapan operator KAI Commuter menjaga ketepatan waktu (on time performance) dinilai berhasil menyelamatkan ribuan penumpang dari kemacetan parah.

    Infrastruktur Masa Depan

    Peristiwa 12 Januari ini, menurut Mahendra, memberikan pelajaran penting bagi pembangunan nasional.

    Infrastruktur megah seperti bandara harus didukung oleh bandara cadangan yang mumpuni, serta konektivitas darat yang tahan bencana.

    “Pembangunan tidak bisa setengah-setengah. Akses jalan raya harus dilengkapi transportasi publik berbasis rel yang tangguh.

    “Ujung dari investasi triliunan rupiah haruslah keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” paparnya.

    Tak lupa, Mahendra juga memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi BUMN, khususnya InJourney dan KAI, yang dinilai cakap menangani situasi alam yang tidak bersahabat.

    “Alhamdulillah, kerja sama antar pihak membuktikan BUMN kita siap. Terima kasih Citilink, InJourney Airport, dan KAI atas pelayanannya,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Infrastruktur Jalan sebagai Mesin Penggerak Ekonomi Lampung: Analisis dan Arah Kebijakan 

    Tags: #CommuterLineBasoetta#InfrastrukturTransportasi#InjourneyAirport#MahendraUtama#ResilientCityJakartaCitilinkLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Giliran Pejabat Dinkes dan Rekanan Dicecar KPK Terkait Kasus Ardito Wijaya

    Next Post

    Dibalik Video Viral TikTok: Menelusuri Realitas Iran yang Tersembunyi

    Related Posts

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 10 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli

      10 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli: Murah dan Tahan Lama!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Jerat ke Kehidupan: Kisah Penyelamatan dan Peran Pemprov Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi Membentuk Generasi Cerdas dan Mandiri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Cara Menurunkan Berat Badan Alami dan Sehat dalam 30 Hari: Terbukti Efektif!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Puspa dan Muli Sikop: Harapan Baru Konservasi Harimau Sumatera di Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved