Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Doa untuk Tanah Rencong dan Serambi Melayu, Karya: Mahendra Utama 

    Doa untuk Tanah Rencong dan Serambi Melayu, Karya: Mahendra Utama 

    Irjen by Irjen
    28/11/2025
    in Gaya Hidup
    Doa untuk Tanah Rencong dan Serambi Melayu, Karya: Mahendra Utama 

    Kolase-musibah bencana alam (banjir dan longsor) yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto: Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi “Doa untuk Tanah Rencong dan Serambi Melayu” karya Mahendra Utama merupakan sebuah refleksi emosional yang mendalam atas musibah bencana alam (banjir dan longsor) yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Baca juga : Tinta Emas Pesawaran untuk Negeri, Karya: Mahendra Utama

    Bait-bait awal melukiskan suasana mencekam ketika alam yang biasanya bersahabat di sepanjang Bukit Barisan berubah menjadi kekuatan destruktif yang menghancurkan hunian dan lahan pencaharian.

    Penulis berhasil menangkap nuansa duka, trauma, dan ketidakberdayaan yang dirasakan oleh para korban di tengah kepungan lumpur dan puing-puing.

    Namun, di balik narasi kesedihan tersebut, puisi ini juga menyuarakan optimisme dan penghargaan yang tinggi.

    Penulis memberikan apresiasi khusus kepada sinergitas berbagai pihak, mulai dari relawan, TNI, Polri, hingga masyarakat yang bahu-membahu menolong sesama.

    Secara spesifik, penulis juga memuji kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai sigap dan tegas dalam menginstruksikan penanganan bencana.

    Puisi ini kemudian ditutup dengan doa tulus kepada Tuhan agar musibah ini menjadi ujian terakhir, serta harapan agar alam kembali pulih dan semangat gotong royong terus memperkokoh martabat bangsa Indonesia.

    Baca juga : Sebatang Asa untuk Tuan Tembakau, Karya: Mahendra Utama

    Doa untuk Tanah Rencong dan Serambi Melayu

     

    Karya: Mahendra Utama

     

    Kabut kelam menyelubungi Bukit Barisan

    Air yang tadinya sahabat, berubah menjadi amukan

    Menerpa rumah, jembatan, dan ladang harapan

    Meninggalkan duka di Sumatera yang bersedih.

     

    Di tengah rintik dan rintihan yang berdentum

    Bergurat luka, pilu, dan nestapa

    Namun, dari puing dan lumpur yang menyergap

    Bangkit satu suara: “Kita harus bangkit!”

     

    Terima kasih pada kau, para pahlawan tanpa jubah

    Yang mengarungi bahaya, mengulurkan tangan

    Relawan, TNI, Polri, dan warga yang bersatu

    Kau adalah nadi yang menghidupkan kembali asa.

     

    Dan untuk Pemimpin, Prabowo Subianto,

    Sigap langkahmu menjawab panggilan Ibu Pertiwi

    Perintahmu mengalirkan bantuan dan kekuatan

    Membuktikan jiwa kesatria yang berdiri di garda terdepan.

     

    Semoga ini jadi ujian terakhir yang ditakdirkan

    Agar kita lebih terjaga, lebih siap, dan bersatu

    Kami memohon pada Yang Maha Kuasa

    Lindungi Nusantara, jangan ulang lagi nestapa ini.

     

    Semoga tanah yang terluka segera pulih kembali

    Menghijau, membangun, dan kembali bersemi

    Dengan semangat gotong royong yang tak terkikis zaman

    Kita wujudkan Indonesia yang tangguh dan bermartabat.

     

    ***

     

    Puisi ini penulis persembahkan karena turut berduka cita atas musibah banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Baca juga : Aku Terus Menorehkan Kata

    Tags: Banjir AcehBanjir SumateraBanjir Sumatera UtaraBanjir SumbarBencana AlamBukit BarisanDoa untuk Tanah RencongMahendra UtamaPresiden Prabowo SubiantoPuisi Bencana.Puisi Mahendra UtamaRelawan BencanaSastra IndonesiaSerambi MelayuTNI Polri
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Dramatis! Bhayangkara Presisi Lampung FC Pupuskan Kemenangan Persebaya di Masa Injury Time

    Next Post

    Tak Lagi Manual, Polhut Lampung Andalkan Data Real Time Jaga Hutan

    Related Posts

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara
    Gaya Hidup

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

    30/05/2026
    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen
    Gaya Hidup

    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

    29/05/2026
    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta
    Gaya Hidup

    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

    28/05/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

      Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi Membentuk Generasi Cerdas dan Mandiri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Cara Menurunkan Berat Badan Alami dan Sehat dalam 30 Hari: Terbukti Efektif!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Jerat ke Kehidupan: Kisah Penyelamatan dan Peran Pemprov Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli: Murah dan Tahan Lama!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved