Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Aku Terus Menorehkan Kata

    Aku Terus Menorehkan Kata

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    31/08/2025
    in Gaya Hidup
    Aku Terus Menorehkan Kata

    Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi “Aku Terus Menorehkan Kata” adalah sebuah manifesto atau pernyataan tegas tentang alasan dan tujuan fundamental dari tindakan menulis.

    Pada lapisan pertama, penyair mengungkapkan motivasi yang bersifat personal dan eksistensial.

    Baca juga : Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

    Menulis menjadi cara untuk melawan kefanaan dan kepunahan, baik secara fisik (tidak ditelan pikun badan) maupun secara warisan (tak punah ditelan zaman).

    Bagi sang penyair, tulisan adalah bukti bahwa ia pernah ada, berpikir, dan merasakan.

    Ini adalah perjuangan pribadi melawan lupa dan kegelisahan, sebuah upaya untuk mengabadikan eksistensi diri di tengah laju waktu yang tak kenal ampun.

    Pada lapisan yang lebih dalam, puisi ini mengangkat menulis sebagai sebuah tindakan sosial dan intelektual yang penuh perlawanan.

    Penyair tidak lagi hanya menulis untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat.

    Kata-kata diibaratkan sebagai amunisi untuk melawan kebodohan, oksigen untuk akal yang sesak oleh propaganda (demagog), dan alat untuk membongkar kabut yang menutupi kebenaran.

    Di sini, menulis memiliki fungsi mulia, memberikan suara kepada yang terbungkam, menantang kepastian yang buta, dan membuka ruang bagi pemikiran kritis.

    Baca juga : Menyerap Cahaya Ponpes Hingga Menjaga Marwah Pulau-pulau Nusantara

    Pada akhirnya, menulis menjadi sebuah warisan, peta bagi generasi nanti, dan sebuah upaya untuk menyalakan cahaya sekecil apa pun di tengah kegelapan, bukan untuk mencari pujian, melainkan sebagai sebuah tanggung jawab moral.

    Aku Terus Menorehkan Kata

    Karya: Mahendra Utama

     

    Aku menulis agar aku tak punah ditelan zaman

    Aku menulis agar orang tahu aku berpikir

    Aku menulis agar tidak ditelan pikun badan

    Aku menulis agar jauh dari kegalauan sosial

     

    Aku menulis, melawan lupa yang diam-diam merayap

    Mengukir tanda tanya, membongkar kabut yang menutup

    Agar yang bisu bersuara, yang terpinggirkan terdengar

    Menjadi oksigen bagi akal yang sesak oleh demagog

     

    Aku menulis, sebab tinta adalah amunisi

    Melawan kebodohan yang bersenjatakan kepastian

    Setiap opini adalah pengait untuk membuka jendela

    Agar angin segar berpikir menerpa ruang-ruang sumuk

     

    Aku menulis, untuk mengawetkan yang fana

    Setiap puisi adalah kenangan yang menolak lapuk

    Ia menjadi peta bagi generasi nanti

    Bahwa di sini, pernah seseorang bergulat dengan zamannya

     

    Maka Aku terus menorehkan kata

    Bukan untuk pujian, atau untuk dikenang semata

    Tapi untuk menyala, sekecil apa pun apinya

    Agar kegelapan tak pernah mutlak menguasai hati.

     

    Bandung Barat, 4 Juli 2025

    Baca juga : Serat Tanah dan Rasa: Untuk Andre Abdullah

    Tags: Isi Puisi Tentang MenulisMahendra UtamaMakna MenulisMakna Puisi Aku Terus Menorehkan KataPuisi Aku Terus Menorehkan KataPuisi IndonesiaPuisi Kritik SosialPuisi PerlawananSastra KontemporerTujuan Menulis
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Gerak Cepat Prabowo Subianto dan Jalan Lapang Reformasi 2025

    Next Post

    Gerakan Agustus 2025: Ketika Rakyat Menjadi Guru bagi Para Wakilnya

    Related Posts

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara
    Gaya Hidup

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

    30/05/2026
    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen
    Gaya Hidup

    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

    29/05/2026
    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta
    Gaya Hidup

    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

    28/05/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

      Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi Membentuk Generasi Cerdas dan Mandiri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Cara Menurunkan Berat Badan Alami dan Sehat dalam 30 Hari: Terbukti Efektif!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Jerat ke Kehidupan: Kisah Penyelamatan dan Peran Pemprov Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli: Murah dan Tahan Lama!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved