Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Menyerap Cahaya Ponpes Hingga Menjaga Marwah Pulau-pulau Nusantara

    Menyerap Cahaya Ponpes Hingga Menjaga Marwah Pulau-pulau Nusantara

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    28/08/2025
    in Gaya Hidup
    Menyerap Cahaya Ponpes Hingga Menjaga Marwah Pulau-pulau Nusantara

    Komisaris Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Dr.H.Achmad Baidowi. Foto: Ilustrasi Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi “Menyerap Cahaya Ponpes Hingga Menjaga Marwah Pulau-Pulau Nusantara” adalah sebuah penghormatan yang menggambarkan perjalanan hidup dan pengabdian seorang tokoh bernama Achmad Baidowi.

    Paragraf awal mengisahkan tentang latar belakangnya, mulai dari kelahirannya di Banyuwangi hingga proses pendidikannya yang menyerap nilai-nilai dari 2 dunia, pesantren dan perguruan tinggi (kampus peradaban).

    Baca juga : Puisi untuk Dony Oskaria

    Fondasi ini membentuk karakternya yang menjadikan ilmu sebagai bekal dan pengabdian sebagai tujuan hidup.

    Puisi ini juga kemudian menelusuri jejak kariernya yang dinamis, dari seorang wartawan yang kritis dalam menyuarakan nurani bangsa, hingga akhirnya beralih menjadi seorang legislator di Senayan yang mengemban amanah dan harapan rakyat.

    Perjalanannya sebagai wakil rakyat digambarkan sebagai perjuangan tanpa henti yang meninggalkan jejak penting dalam demokrasi Indonesia.

    Pada bagian selanjutnya, puisi ini menyoroti peran-peran penting yang diemban Achmad Baidowi saat ini, yang secara metaforis disebut “berlabuh di dermaga harapan”.

    Perannya di ASDP diartikan sebagai tugas mulia untuk menjaga dan menghubungkan pulau-pulau di Nusantara, sementara posisinya di Kadin (Kamar Dagang dan Industri) menunjukkan perannya sebagai jembatan antara dunia usaha dan parlemen.

    Baca juga : Sang Pelurus Asam Pucuk, Puisi untuk Guru Besar PTPN

    Puncak dari puisi ini adalah penegasan identitas Baidowi sebagai sosok yang berhasil menyatukan dua karakter dalam dirinya, yaitu sebagai “santri dan negarawan”.

    Ia digambarkan sebagai figur yang mampu membawa nilai-nilai tradisi keislaman dari organisasi seperti NU, HMI, dan ICMI ke dalam panggung politik kebangsaan.

    Pada akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa nama Baidowi adalah simbol dari semangat pengabdian yang tak pernah padam, yang perannya akan terus relevan sebagai suara, jembatan, dan pengawal peradaban selama kepercayaan rakyat masih menyertainya.

    Menyerap Cahaya Ponpes Hingga Menjaga Marwah Pulau-pulau Nusantara

     

    Achmad Baidowi di tanah Banyuwangi engkau dilahirkan,

    Tumbuh dalam asuhan kasih keluarga dan doa yang tak berkesudahan.

    Menyerap cahaya dari pesantren dan kampus peradaban,

    Menjadikan ilmu sebagai bekal, pengabdian sebagai jalan.

     

    Engkau, Baidowi—

    Pena wartawan pernah kau genggam,

    Menulis tentang bangsa, menyuarakan nurani dalam berita.

    Lalu langkahmu berpindah ke kursi rakyat,

    Menyambung harapan dari desa hingga senayan megah.

     

    Ribuan suara rakyat menjadi saksi,

    Bahwa perjuangan tak pernah berhenti.

    Dari komisi ke komisi, dari legislasi ke amanah negeri,

    Nama Baidowi terpahat dalam catatan demokrasi.

     

    Kini, di dermaga harapan kau berlabuh,

    Menjaga ASDP, menghubungkan pulau-pulau nusantara,

    Juga di Kadin kau berdiri teguh,

    Menjembatani dunia usaha dengan parlemen bangsa.

     

    Engkau adalah cermin santri dan negarawan,

    Menyatukan tradisi pesantren dengan politik kebangsaan.

    Dari NU, HMI, hingga ICMI,

    Engkau menorehkan jejak, mengalirkan arti.

     

    Baidowi—

    Namamu adalah semangat tak pernah padam,

    Saksi perjalanan dari bawah hingga puncak pengabdian.

    Selama rakyat masih percaya pada cahaya kebenaran,

    Engkau tetap akan berdiri:

    Sebagai suara, sebagai jembatan, sebagai pengawal peradaban.

     

    Gondangdia, 18 Agustus 2025

    Mahendra Utama

    Baca juga : Serat Tanah dan Rasa: Untuk Andre Abdullah

    Tags: Achmad BaidowiAnggota DPRASDPBanyuwangiHMIICMIKadinKarya Sastra.LegislatorMahendra UtamaNegarawanNUPerjalanan HidupPolitisi SantriPuisiPuisi PolitikSastraTokoh Inspiratif
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Jembatan Rusak di Tanggamus Paksa Siswa Bertaruh Nyawa, Pemerintah Janji Turun Tangan

    Next Post

    Buntut Pernyataan di TV, Mahasiswa Lampung Polisikan Roy Suryo

    Related Posts

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan
    Gaya Hidup

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kenali Tanda Kadar Gula Darah Tinggi pada Tubuh

    14/07/2026
    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda
    Gaya Hidup

    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

    12/07/2026
    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi
    Gaya Hidup

    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

    11/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Wakil Lampung di Komisi IV

      Wakil Lampung di Komisi IV Kunci Ketahanan Pangan Nasional

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pengawasan Gabah di Bakauheni: Strategi Jitu Gubernur Mirza Selamatkan Ekonomi dan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menyikapi Krakatau: Antara Mitigasi Bencana dan Kebanggaan Lokal

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • BUMD Lampung dan Pertamina, Sinergi Strategis Mengerek PAD dan Kesejahteraan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Demokrasi Sehat dan Stabilitas Ekonomi, Kunci Keberhasilan Program Prabowo

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved