Lappung – Puisi Sebatang Asa untuk Tuan Tembakau adalah sebuah karya penghormatan dan perpisahan yang ditujukan kepada seorang tokoh bernama Dwi Aprilla Sandi, yang dijuluki Tuan Tembakau.
Puisi ini ditulis dari sudut pandang rekan-rekan kerjanya di PT Mitratani Dua Tujuh.
Isinya menyoroti perjalanan karier dan dedikasi Dwi Aprilla Sandi selama 25 tahun di dunia perkebunan tembakau, khususnya cerutu Jember.
Baca juga : Dwi Aprilla Sandi: Kita Jaga Keberlanjutan Kebun Tembakau Terbaik Dunia Ini
Ia digambarkan sebagai sosok yang merintis karier dari bawah sebagai Asisten hingga mencapai posisi puncak sebagai General Manager dan SEVP.
Sosoknya dihormati bukan hanya karena jabatannya, tetapi karena jiwa planter-nya yang mendarah daging, di mana ia digambarkan sebagai sosok yang menanam, bukan hanya memetik, yang berarti ia fokus membangun dan memberi nilai jangka panjang, bukan sekadar mengambil keuntungan sesaat.
Pada bagian selanjutnya, puisi ini mengungkapkan suasana perpisahan yang disebabkan oleh pengunduran diri Dwi Aprilla Sandi.
Namun, perpisahan ini tidak dimaknai sebagai sebuah akhir, melainkan sebagai awal dari babak baru dalam hidupnya untuk terus menyebarkan ilmu di perkebunan swasta.
Para penulis puisi, yang menganggap diri mereka sebagai keluarga besar, menyampaikan rasa terima kasih yang tulus, permohonan maaf, serta doa untuk kebahagiaan dan kesuksesan di masa depannya.
Ikatan kekeluargaan yang kuat dan kenangan atas jasanya sebagai maestro tembakau menjadi pesan utama yang menutup puisi ini dengan nuansa haru, hormat, dan penuh harapan.
Baca juga : Menyelamatkan Warisan Tembakau Jember
Sebatang Asa untuk Tuan Tembakau
Karya: Mahendra Utama
Untuk Dwi Aprilla Sandi, Planter Sejati
Kau tinggalkan jejak di hamparan hijau,
Bukan hanya debu, tapi sebening embun pagi.
Di setiap lembar daun cerutu Jember,
Tersimpan napasmu, dan dedikasi yang tak berhenti.
Dua puluh lima musim bergumul dengan tanah,
Dari Bondowoso, darah pemberani mengalir.
Sebagai Asisten, Manager, hingga puncak pimpinan General Manager,
Jiwa planter tak pernah pudar, bahkan kian menyabur.
Kau adalah getah yang merangkul keping-keping daun,
Menyatukan rasa, membangun citra.
PT Mitratani menyimpan namamu dalam senyap,
Sebagai SEVP yang menanam, bukan hanya memetik.
Tapi kini, bel berbunyi untuk sebuah perjalanan,
Pengunduran diri yang tertulis rapih di surat keputusan.
Bukan akhir, tapi pintu lain untuk sebarkan ilmu,
Di kebun swasta, kau akan semai lagi harapan yang baru.
Maaf kami ucapkan, jika ada kata tak sempurna,
Doa kami serta, untuk langkahmu menuju cita.
Kekeluargaan kita takkan lekang oleh waktu dan jarak,
Kau tetap Sandi, sang maestro tembakau cerutu kebanggaan.
Semoga di purnabakti yang kau pilih sendiri,
Bahagia dan sejahtera menyertai langkahmu.
Terima kasih, Tuan Tembakau, untuk semua jasamu.
Selamat jalan, sahabat. Kami akan selalu merindukanmu.
— Dari Kami, Keluarga Besar yang Kau Tinggalkan —
Baca juga : Tembakau Jember: Napas Ekonomi Nusantara





Lappung Media Network