Lappung – Ekosistem TNBBS terancam sebabkan konflik harimau-manusia yang tak terhindarkan.
Konflik antara manusia dan harimau di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) semakin memprihatinkan.
Baca juga : Teror Harimau Kembali Menghantui Lampung Barat, Petani Tewas Mengenaskan
Ekosistem yang terganggu akibat aktivitas manusia memaksa harimau keluar dari habitatnya, hingga mengancam keselamatan penduduk.
Dalam peristiwa terbaru, seorang petani kopi, Zainudin (28), tewas mengenaskan setelah diserang harimau di kawasan TNBBS, Kecamatan Batubrak, Lampung Barat.
“Harimau kesulitan mendapatkan mangsa alami karena aktivitas perburuan liar dan pembukaan lahan oleh masyarakat,” ujar Komandan Kodim 0422 Lampung Barat, Letkol Inf Rinto Wijaya, dikutip pada Selasa, 28 Januari 2025.
Menurutnya, kejadian ini menambah daftar korban menjadi 4 orang dalam beberapa bulan terakhir.
Rinto menjelaskan bahwa konflik manusia-harimau tidak dapat dihindari selama aktivitas manusia terus mengganggu habitat satwa liar.
“Populasi harimau harus tetap dijaga demi keseimbangan ekosistem.
“Jika semua harimau ditangkap, dampaknya akan merusak rantai makanan di hutan lindung,” tambahnya.
Baca juga : 3 Pawang Gajah dari Pesisir Barat Turun Tangan Atasi Konflik Satwa di Tanggamus
Kendati Kodim Lampung Barat telah menangkap 2 harimau sebelumnya, namun Rinto menegaskan tidak akan menangkap harimau lainnya.
Sebagai gantinya, masyarakat diminta untuk tidak memasuki kawasan hutan lindung yang menjadi habitat satwa liar.
Pencegahan
Kodim Lampung Barat pun terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan atau berburu di kawasan hutan lindung.
“Kawasan konservasi seperti TNBBS adalah rumah bagi satwa liar yang dilindungi.
“Jika ekosistemnya terganggu, konflik seperti ini akan terus terjadi,” jelas Rinto.
Ia juga menegaskan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga keseimbangan alam.
“Manusia dan satwa liar sebenarnya bisa hidup berdampingan jika habitat mereka tidak dirusak,” tegasnya.
Selain itu, konflik manusia-harimau ini menjadi peringatan serius bahwa ekosistem TNBBS sedang berada di ambang krisis.
Baca juga : Tragis! Anak Gajah Way Kambas Mati dengan Perut Dipenuhi Cacing
Perubahan perilaku manusia, mulai dari berhenti membuka lahan hingga menghentikan perburuan liar, sangat diperlukan untuk melindungi hutan, satwa liar, dan keselamatan manusia.
Langkah-langkah strategis, termasuk edukasi masyarakat dan penegakan aturan konservasi, harus segera dilakukan untuk mencegah konflik serupa terjadi di masa depan.
“Ini bukan hanya soal menyelamatkan harimau, tetapi juga menyelamatkan kita semua dari bencana ekologi,” pungkas Rinto.
Ekosistem TNBBS Terancam Konflik Harimau-Manusia Tak Terhindarkan
Sebelumnya, Zainudin ditemukan tewas mengenaskan di kawasan TNBBS setelah tiga hari dinyatakan hilang.
Bagian tubuh korban hilang, diduga dimangsa harimau.
Camat Batubrak, Ruspel Gultom, mengatakan evakuasi korban sempat tertunda karena warga khawatir mendekati lokasi.
“Evakuasi baru dilakukan pada pagi hari setelah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan petugas TNBBS demi keselamatan,” ujar Ruspel.
Baca juga : Kawanan Gajah Liar Hancurkan 15 Rumah di Lampung Barat
