Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Era Jual Bahan Mentah Usai, Petani Lampung Raup Untung Berlipat

    Era Jual Bahan Mentah Usai, Petani Lampung Raup Untung Berlipat

    by Irjen
    16/07/2025
    in Ekonomi
    Era Jual Bahan Mentah Usai, Petani Lampung Raup Untung Berlipat

    Gubernur Mirza menunjukkan hasil olahan minyak kemiri oleh petani menjadi menjadi produk bernilai tambah hingga meraup keuntungan sampai 5 kali lipat. Foto: Yopie Pangkey

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Era di mana petani hutan di Lampung hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah dengan harga murah perlahan mulai berakhir.

    Berkat program hilirisasi yang didorong kuat oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, para petani kini mampu mengolah hasil hutan menjadi produk bernilai tambah, meraup keuntungan hingga 5 kali lipat dari sebelumnya.

    Baca juga : Rp50 Triliun Ekonomi Singkong Lampung Miris, Petani Kalah dari Impor Ilegal?

    Transformasi ini terbukti nyata di Kabupaten Pesawaran.

    Sebotol minyak kemiri yang dulunya hanya laku dijual Rp20 ribu, kini setelah diolah dan dikemas secara modern menjadi Natural Hair Growth Oil, harganya meroket menjadi Rp100 ribu di pasaran.

    Perubahan ini bukan sekadar kenaikan harga, melainkan sebuah lompatan kesejahteraan yang menjadi bukti konkret keberhasilan program hilirisasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).

    “Ini bukti nyata bahwa hilirisasi bukan jargon. Minyak kemiri dari Pesawaran yang tadinya Rp20 ribu, sekarang diolah jadi Natural Hair Growth Oil, harganya bisa jadi Rp100 ribu.

    “Ada juga yang diolah menjadi sampo, harganya Rp150 ribu,” ujar Gubernur Mirza dalam sebuah kesempatan, menunjukkan langsung produk hasil olahan petani, Rabu, 16 Juli 2025.

    Petani Bukan Penonton

    Inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, yang akrab disapa Yay Mirza, bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela.

    Baca juga : Fokus Pengairan dan Serapan Gabah, Bupati Pesawaran Genjot Produktivitas Petani

    Tujuannya adalah membangun industrialisasi berbasis desa, di mana petani tidak lagi menjadi penonton dalam rantai pasok industri.

    “Petani tidak boleh terus-terusan hanya menjual bahan mentah. Kita ingin mereka menjadi bagian dari rantai industri.

    “Dengan begitu, petani untung, desa tumbuh, dan ekonomi Lampung akan melesat,” tegas Mirza.

    Gerakan itu juga mengubah pola pikir petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH).

    Mereka tidak lagi sekadar memanen dan menjual ke tengkulak, tetapi mulai masuk ke ranah produksi.

    Para petani kini aktif belajar tentang pengemasan, branding, pemasaran digital, hingga mengurus sertifikasi halal dan uji laboratorium untuk menjamin kualitas produk.

    Sementara itu, dukungan pemerintah provinsi ini disambut baik oleh para pelaku perhutanan sosial.

    Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, menyatakan bahwa program ini telah berhasil menggerakkan roda ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

    “Perhutanan sosial telah terbukti menggerakkan ekonomi masyarakat.

    “Nilai transaksi ekonomi KTH yang berhasil kami catat mencapai lebih dari Rp200 juta per tahun,” ungkap Yanyan.

    Baca juga : KTH Tunas Muda Bangun Demplot Agroforestri, Petani Hutan Pesawaran Makin Sejahtera

    Namun, Yanyan meyakini angka tersebut baru permukaan dari potensi yang sesungguhnya.

    Menurutnya, masih banyak transaksi ekonomi yang belum tercatat secara resmi.

    “Untuk itu, upaya hilirisasi menjadi faktor kunci. Ini akan meningkatkan nilai jual HHBK, membuat petani lebih sejahtera, sekaligus membantu fungsi hutan agar bisa pulih dan lestari,” imbuhnya.

    Dengan dukungan pelatihan, akses permodalan, dan pembukaan jaringan pasar, program hilirisasi ini membuka harapan baru.

    Dari desa-desa kecil di pinggir hutan Lampung, kini mulai lahir produk-produk UMKM unggulan yang siap bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga membidik panggung nasional hingga global.

    Semua itu dimulai dari langkah berani mengubah sebutir kemiri menjadi minyak bernilai tinggi.

    Baca juga : Cabut HGU PT BSA! Petani 3 Kampung di Lampung Tengah Kepung Kantor Bupati

    Tags: Berita LampungDinas Kehutanan LampungGubernur LampungHasil Hutan Bukan KayuHilirisasi HHBKKabupaten Pesawaran.LampungMinyak KemiriPerhutanan SosialPetani LampungRahmat Mirzani DjausalUMKM Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Libur Sekolah, Nyaris Sejuta Tiket Feri ASDP Ludes Terjual

    Next Post

    Gubernur Mirza Lantik Kadispora, Sekwan, dan Karo Adpim Baru

    Related Posts

    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Ekonomi

    Harga Cabai Rawit Lampung Meroket, Ibu Rumah Tangga Menjerit!

    03/03/2026
    Ekonomi

    Disperindag Lampung Guyur Bataranila dengan Sembako Murah dan Subsidi

    15/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 130 Ribu M3 LNG Mendarat di Lampung, PGN Pastikan Stok Aman

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sekongkol Korupsi, Bupati Lampung Tengah, Adik Kandung, dan Anggota DPRD Resmi Rompi Oranye

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bidang Pengawasan Kejati Lampung Terima 15 Aduan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Keindahan dan Sensasi Mendaki Gunung Seminung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Rekrutmen PPPK 2023 Pemkab Lampung Selatan Dibuka, Cek Rinciannya 

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version