Lappung – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung tengah mematangkan rencana strategis untuk menyulap kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, menjadi destinasi wisata olahraga (sport tourism) terintegrasi.
Langkah ini dimulai dengan penyediaan lahan khusus bagi cabang olahraga (cabor) yang membutuhkan area terbuka luas, seperti menembak dan berkuda.
Baca juga : Sumbang Perak dan Perunggu di SEA Games, Ketua KONI Lampung: Jangan Jumawa
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan pengelola Taman Kehati di Kota Baru.
Tujuannya adalah memfasilitasi lahan dengan sistem hak pinjam pakai untuk digunakan sebagai sarana latihan dan pertandingan.
“Ini adalah terobosan KONI untuk mendukung cabor yang butuh lahan luas. Kebetulan ada lahan di Taman Kehati yang bisa dimanfaatkan.
“Sekaligus menjadi daya ungkit agar Kota Baru semakin ramai dikunjungi masyarakat untuk berwisata olahraga,” ujar Taufik, dikutip pada Selasa, 20 Januari 2026.
Menurut Taufik, beberapa cabor yang diproyeksikan mengisi kawasan tersebut antara lain Paramotor, Dayung, Berkuda Memanah (Pordasi), Cricket, Hockey, dan Menembak (Perbakin).
Khusus untuk menembak, fokus utamanya adalah pengembangan nomor Berburu, Skeet, dan Trap.
“Nomor-nomor seperti berkuda dan menembak Skeet/Trap sangat relevan untuk sport tourism karena mampu mendatangkan penghobi dan atlet dari luar.
“Kami mengakomodir keinginan Perbakin ini dan segera dimatangkan tim teknis,” tambahnya.
Lahan 5 Hektar
Merespons lampu hijau dari KONI, Sekretaris Umum Pengprov Perbakin Lampung, Hendro Susanto, menyatakan kesiapannya untuk segera menggarap lahan jika izin telah keluar.
Baca juga : Tak Mau Sekadar Jadi Penggembira, Lampung Seleksi Ketat Atlet PON Bela Diri
Hendro merinci kebutuhan lahan yang ideal untuk nomor berburu adalah sekitar 5 hektar.
“Secara teknis kami butuh area dengan panjang 700 meter dan lebar 70 meter, atau setara 5 kali lapangan sepak bola memanjang.
“Ukuran baku penting untuk keamanan area perlombaan, parkir, dan fasilitas pendukung lainnya,” jelas Hendro.
Hendro menegaskan urgensi lahan tersebut mengingat Perbakin Lampung berencana menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada tahun 2026.
Saat ini, fasilitas yang dimiliki Perbakin baru mencakup nomor 10 meter air pistol, 25 meter rapid fire, dan tembak reaksi.
“Jika lahan diberikan, kami langsung kerjakan. Ini akan sangat membantu meningkatkan kemampuan atlet dan memperbanyak nomor pertandingan yang kami siapkan untuk PON mendatang,” tegasnya.
Di sisi lain, dalam konsep pengembangannya, Taufik Hidayat berharap adanya kolaborasi penggunaan lahan.
Ia menginginkan satu area tidak hanya dikuasai satu cabor, melainkan bisa digunakan bergantian secara terjadwal.
“Semoga ada efisiensi. Satu lahan bisa dipakai dua atau tiga cabor berbeda. Tim KONI sudah bergerak untuk mengatur teknisnya,” pungkas Taufik.
Baca juga : Jalur Tunggal ke Kejurnas, FORKI Lampung Wajibkan Atlet Bertarung di Gubernur Cup V
