Lappung – Gajah Sumatera bernama Riska di TNWK beranak lagi.
Sebuah berita gembira menghiasi dunia konservasi satwa liar di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.
Baca juga : Nasib Rusa Sambar dan Komitmen TNWK-PT GMP
Di Camp Elephant Rescue Unit (ERU) Bungur, TNWK, sebuah bayi gajah sumatera jantan lahir, menandai kelahiran kedua di lokasi tersebut dalam kurun waktu beberapa bulan.
Bayi gajah sumatera ini merupakan hasil dari kelahiran induk Riska dan merupakan anak kedua setelah kelahiran betina pada tahun 2017.
Plt Kepala Balai TNWK, Hermawan, menyampaikan kabar bahagia ini.
“Pada hari ini populasi gajah sumatera di TNWK bertambah dengan lahirnya 1 bayi gajah sumatera jantan dari induk gajah Riska,” ujarnya, Senin, 13 November 2023.
Baca juga : Bahagianya Ratu, Lahirkan Bayi Badak Sumatera di TNWK
Detail kesehatan bayi gajah juga diumumkan, dengan berat 108 kg, panjang 120 cm, lingkaran dada 110 cm, dan tinggi bahu 93 cm.
Diketahui saat ini, TNWK memiliki 4 Camp Elephant Response Unit (ERU) yang tersebar di Bungur, Tegal Yoso, Margahayu, dan Harjosari.
Total gajah jinak di Camp ERU dan Pusat Latihan Gajah (PLG) mencapai 60 ekor.
Proses pemantauan terhadap induk dan bayi gajah sumatera dilakukan oleh Mahout, asisten mahout, dan tim medis TNWK guna memastikan kesehatan mereka.
Langkah-langkah konservasi ini sangat penting mengingat Gajah Sumatera termasuk dalam jenis satwa liar yang dilindungi di Indonesia.
Gajah Riska TNWK Beranak Lagi
Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Satyawan Pudiatmoko, mengungkapkan harapannya terkait kelahiran ini.
Baca juga : Dijadwalkan Kembali Dibuka. Taman Nasional Way Kambas Usung Konsep Baru
“Semoga dengan adanya kelahiran berbagai satwa menjadi indikasi bahwa upaya-upaya konservasi spesies dilindungi di Taman Nasional.
“Seperti perlindungan kawasan dari perburuan dan perambahan, pengembangbiakan semi insitu, dan pemberdayaan masyarakat sebagai safeguard telah dilakukan dengan baik,” jelas Satyawan.
Gajah Sumatera bukan hanya menjadi fokus konservasi di TNWK, tetapi juga merupakan satwa prioritas dalam upaya pengelolaan kawasan tersebut.
Diharapkan, langkah-langkah ini akan terus ditingkatkan untuk memberikan kontribusi positif pada pencapaian target global.
Hal itu masuk dalam kerangka Kunming Montreal Global Biodiversity Framework dan target nasional IBSAP post 2020.
Tak lain bertujuan mengurangi kehilangan keanekaragaman hayati.
Baca juga : Gajah Mambo di Taman Nasional Way Kambas Mati, Tim Medis Lakukan Nekropsi





Lappung Media Network