Ganjar Pranowo menekankan, bahwa perhitungan gaji yang layak sebesar Rp30 juta bukanlah asal hitung.
Melainkan telah disusun dengan cermat oleh ahli keuangan dan pakar pendidikan yang dimintai pandangannya secara pribadi.
Baca juga : 4 Partai Pendukung Ganjar Dijadwal Ketemuan
Menurutnya, pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa perhitungan tersebut mempertimbangkan berbagai faktor yang relevan, termasuk kondisi ekonomi nasional, biaya hidup, serta standar pendidikan.
“Saya kemarin minta tolong teman-teman yang ahli pendidikan dan keuangan, saya bayangkan kalau guru kita masuk pertama, masih baru gajinya Rp 10 juta,” kata Ganjar.
Tim ahli keuangan yang terlibat dalam perhitungan ini, sambungnya, akan mempertimbangkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi daya beli gaji guru.
Ganjar Pranowo ingin gaji guru mencapai Rp30 juta
“Dugaan saya orang pintar mau jadi guru (gaji pertama Rp10 juta). Kalau kemudian sekian tahun bisa Rp20 juta, bisa (naik lagi) Rp30 juta.
“Nggak usah cerita Rp 50 juta, Rp30 juta (gaji guru yang layak),” tegas Ganjar.
Ia bilang, angka-angka nominal gaji guru yang disebutkannya tersebut juga sudah memperhitungkan kemampuan keuangan pemerintah.
Salah satu pendukungnya adalah bonus demografi Indonesia saat ini.
“Saya coba hitung dong, hari ini saya minta tolong, kalau anggaran kita keluarkan agar bonus demografi itu betul-betul kita switch.
“Endingnya kita dapat dividen (keuntungan). Saya minta hitung, bisa mulai dari berapa (gaji guru),” tandasnya.
Pernyataan Ganjar Pranowo ini telah mendapatkan tanggapan positif dari berbagai kalangan, terutama dari komunitas pendidikan.
Para guru dan pendidik berharap agar janji untuk memberikan gaji layak kepada mereka akan segera diwujudkan.
Ganjar Pranowo juga berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak guru dan menjadikan pendidikan sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan negara.
Dengan usulan gaji yang mencapai Rp30 juta, diharapkan profesi guru di Indonesia akan semakin dihormati dan menjadi daya tarik bagi individu yang berpotensi untuk bergabung dalam dunia pendidikan.
Baca juga : Litbang Kompas: Prabowo Ungguli Ganjar dan Anies





Lappung Media Network