Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » Generasi Muda Memimpin Lampung: Akselerasi atau Terjebak Zona Nyaman?

    Generasi Muda Memimpin Lampung: Akselerasi atau Terjebak Zona Nyaman?

    by Irjen
    24/11/2025
    in Metropolitan
    Generasi Muda Memimpin Lampung: Akselerasi atau Terjebak Zona Nyaman?

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – 9 bulan pasca pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela, kinerja pemerintahan provinsi (Pemprov) kembali mendapat sorotan tajam.

    Harapan akan adanya terobosan baru dari duet pemimpin muda ini dinilai mulai meredup.

    Baca juga : Nasib Petani Singkong Lampung dan Perjuangan Gubernur Mirza Melawan Tirani Impor

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyebut bahwa di balik euforia kemenangan telak pada Pilkada 2024, pemerintahan Mirza-Jihan saat ini justru terlihat terjebak dalam rutinitas seremonial tanpa gebrakan strategis yang konkret.

    Menurut Mahendra, kendala utama bukan terletak pada visi pemimpinnya, melainkan pada mesin birokrasi yang digunakan.

    Ia menilai Mirza-Jihan masih terlalu berkompromi dengan mempertahankan struktur birokrasi warisan era Gubernur Arinal Djunaidi.

    “Secara demografis, formasi pemimpin Lampung saat ini sangat ideal dan enerjik. Ada Gubernur Mirza, Wagub Jihan, hingga Sekda Provinsi Marindo Kurniawan yang semuanya berusia di bawah 50 tahun.

    “Namun, energi muda ini seakan terbelenggu karena masih mengandalkan SDM era lama,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Senin, 24 Oktober 20225.

    Problem Birokrasi Warisan

    Mahendra menyoroti bahwa pos-pos strategis di Eselon II dan III masih diduduki oleh pejabat-pejabat yang sama dari era pemerintahan sebelumnya.

    Padahal, rekam jejak birokrasi lama tersebut memiliki catatan kelam, utamanya terkait infrastruktur jalan rusak parah yang sempat viral hingga memaksa Presiden Joko Widodo turun tangan pada 2023 lalu.

    “Kita harus ingat, birokrasi warisan ini tercatat memiliki sejumlah blunder dalam eksekusi kebijakan infrastruktur dan pertanian.

    “Ketidakmampuan birokrasi ini dalam bergerak cepat menjadi penghambat utama akselerasi program, sekalipun kepalanya sudah berganti dengan wajah baru,” tegas Komisaris Utama PT Deli Megapolitan Kawasan Bisnis tersebut.

    Baca juga : Mengapa Tata Niaga Minyak Goreng di Lampung Harus Diperbaiki? Solusi Gubernur Mirzani

    Ia menambahkan, kelambanan ini sangat terasa dalam upaya akselerasi program prioritas nasional di Lampung.

    Tanpa transformasi birokrasi yang mendasar, janji kampanye untuk bergerak cepat hanya akan menjadi wacana.

    Belajar dari Jawa Barat

    Sebagai pembanding, Mahendra menyarankan Pemprov Lampung untuk menengok kesuksesan Jawa Barat di era Gubernur Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar.

    Kunci keberhasilan Jabar, menurutnya, terletak pada keberanian melakukan inovasi pelayanan publik dan meritokrasi pegawai.

    “Jabar berani melakukan lompatan dengan sistem e-Samsat dan perizinan terpadu satu pintu yang memangkas inefisiensi.

    “Mereka tidak terjebak rutinitas. Inilah yang belum terlihat di Lampung,” imbuhnya.

    Desak Rotasi Pejabat

    Untuk memecah kebuntuan tersebut, Mahendra merekomendasikan lima langkah strategis.

    Poin paling krusial adalah keberanian Gubernur Mirza untuk melakukan rotasi dan regenerasi pejabat eselon strategis.

    “Gubernur harus berani mengganti kepala dinas atau badan yang tidak sejalan dengan visi akselerasinya.

    “Penempatan harus berbasis kompetensi, bukan lagi pertimbangan politik,” tegas Mahendra.

    Selain rotasi, ia juga mendorong penerapan digitalisasi layanan publik secara menyeluruh dan sistem penghargaan berbasis kinerja (meritokrasi), serupa dengan TPP berbasis kinerja yang sukses diterapkan di provinsi tetangga.

    “Energi muda saja tidak cukup tanpa keberanian membenahi struktur.

    “Mirza-Jihan harus berani keluar dari zona nyaman dan meninggalkan pola birokrasi yang lamban jika ingin mengejar ketertinggalan dari Sumsel atau Jawa Barat,” pungkasnya.

    Baca juga : Lampung Darurat Pengangguran, Gubernur Mirza Ajak Parpol Bergerak

    Tags: #AkselerasiPembangunan#BirokrasiMelayani#GenerasiMudaMemimpin#LampungBangkit#LampungBerjaya
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    PTPN I Buktikan Komitmen GCG di Tengah Badai Kasus Korupsi Aset Regional 1

    Next Post

    Sehari Tembus 150 Cangkir, Kopi Keliling Laris Manis di Lampung Fest 2025

    Related Posts

    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    Metropolitan

    “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    05/02/2026
    Metropolitan

    Wamen PKP Pastikan Hunian Pesisir Muara Angke Layak

    31/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Alasan Logis Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Hilirisasi Berbasis Rawa: Strategi Mesuji Lepas dari Kutukan Komoditas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version