Gubernur Lampung juga menyampaikan, bahwa saat ini, pembangunan perekonomian daerah tidak bisa lagi dilakukan sendiri-sendiri, sehingga sangat memerlukan kerja sama antar daerah yang akan saling memperkuat dan mendukung perekonomian.
“Kita harus melakukan kolaborasi antar daerah, membangun jaringan baik dalam bentuk perdagangan, sharing ataupun pembelajaran. Kita ingin mendorong daya saing yang begitu besar potensinya dengan daerah-daerah lain,” imbuh Arinal Djunaidi.
Gubenur Lampung Arinal Djunaidi juga berharap dengan kunjungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ke Provinsi Lampung dapat menyinergikan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Provinsi Lampung.
“Melalui kunjungan ini, bisa kita jajaki bentuk-bentuk sinergi kita dan kolaborasi kita dengan harapan akan membawa kesejahteraan bagi seluruh pihak,” harapnya.
Lebih lanjut, Gubernur Lampung mengatakan, bahwa Indonesia merupakan bangsa agraris, sehingga peran pertanian dalam perekonomian perlu ditingkatkan dan mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Daerah.
Baca juga: Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal Serahkan Bantuan Sosial Program SIGER
“Kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara agraris. Sektor pertanian memiliki peranan yang signifikan dalam pembangunan sehingga peran pertanian dalam perekonomian ini perlu kita intensifkan lagi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Arinal Djunaidi juga memaparkan potensi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2022 di Provinsi Lampung.
Padi (data SIScrop): 3,2 juta ton, Ubi kayu: 7,3 juta ton merupakan peringkat I (satu) Nasional, Jagung: 3,1 juta ton PK, merupakan peringkat III (tiga) tingkat nasional dan peringkat I (satu) se-Sumatera, Pisang: 1,2 juta ton, merupakan peringkat III (tiga) tingkat Nasional, Nanas: 862.000 ton, merupakan peringkat I (satu) tingkat Nasional, Manggis: 3.500 ton.
“Sebagian besar produksi jagung di Provinsi Lampung sebagai bahan baku pakan ternak, selain itu digunakan juga untuk bahan baku industry lainnya seperti pati jagung, pemanis jagung, dan tepung jagung,” bebernya.(*)
