Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Hanya Lelah Tiada Bertepi, Karya Mahendra Utama 

    Hanya Lelah Tiada Bertepi, Karya Mahendra Utama 

    by Irzon Dwi Darma
    29/05/2025
    in Gaya Hidup
    Hanya Lelah Tiada Bertepi, Karya Mahendra Utama 

    Kiri: Adi Kurniawan dan Mahendra Utama saat menikmati cerutu Jember. Foto: Arsip pribadi Adi Kurniawan

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi Hanya Lelah Tiada Bertepi karya dari Mahendra Utama.

    Baca juga : Jembatan Sakura dan Nusantara, Karya: Mahendra Utama

    Puisi Hanya Lelah Tiada Bertepi karya Mahendra Utama adalah sebuah ungkapan mendalam tentang kelelahan fisik dan mental yang luar biasa, keputusasaan, kekecewaan, serta kehilangan.

    Baca juga : Untuk Faisol Riza: Lanskap Perjuangan, Karya: Mahendra Utama

    Puisi ini juga menggambarkan perjalanan batin seseorang yang merasa hancur dan terpuruk akibat serangkaian peristiwa atau tekanan hidup.

     

    HANYA LELAH TIADA BERTEPI

    Karya Mahendra Utama

     

    Dua tahun akhir menggelinding sunyi,

    Wajah-wajah pun retak dalam bayang.

    Kita memilih—diam membatu, tanpa kira.

     

    Di selatan, Papuma menggenggam erat keputusanku,

    Gelombangnya mengikis sisa harap; pasirnya basah air mata tak tertumpah.

    Argopuro menjulang, dinginnya menusuk tulang—

    Kudaki tanpa pelana, kaki terkoyak ilalang Bondowoso yang tajam.

    Ingat, Agustus 2023? Kekecewaan mengendap jadi debu…

    Desah… desah… kisah tercekat di kerongkongan.

     

    Hamparan ilalang Bondowoso tak peduli:

    Angin menerbangkan duka, tapi ia hanya diam, membisu dalam kemarau panjang.

    Siapa cipta kekeringan jiwa ini?

    Siapa hujani hidup dengan derai tak henti?

    Dalam senyap… cuma desis cerutu Jember menemani,

    Asapnya menari-nari, mengubur logika.

     

    Keakuan luruh—runtuh tanpa sisa.

    Akademik? Reruntuhan di tengah savana pikiran.

    Seperti pandemi…

    Mati rasa. Mati raga. Mati langkah.

     

    Bondowoso-Jember-Sidoarjo: 270 km kusuruk dalam satu malam.

    Jalan berliku, aspal retak, mata perih oleh kabut dan lampu jauh.

    Beban roda adalah beban hati—

    Setiap kilometer menggerus sisa tenaga.

    Terima kasih untuk semua lara.

    Kau yang merajut, kau pula yang mengoyak…

     

    Aku debu—

    Debu dari keyakinan yang pecah.

    Bondowoso, Jember, Sidoarjo…

    15 hingga 19 Mei 2025:

    Empat roda berpacu melawan waktu,

    Tubuh bergetar, jiwa terhempas di jok besi.

    Tuhan…

    Reputasiku luluh jadi corengan aib

    Di Mitratani Dua Tujuh.

    — debu itu kini tenggelam dalam air yang tak bergerak —

    Danau Sunter, Jakarta 20 Mei 2025

     

    Baca juga : Sang Pelita Lampung: Untuk Iyai Mirza, Karya Mahendra Utama

    Tags: Hanya Lelah Tiada BertepiLampungMahendra UtamaPuisiPuisi Mahendra Utama
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Penyidikan Zarof Berlanjut, Rumah Bos Sugar Group Purwanti Lee Digeledah Pasca Mangkir

    Next Post

    Sinyal dari Pusat, Pemekaran Daerah di Lampung Belum Dilirik Kemendagri

    Related Posts

    Gaya Hidup

    John Herdman Patahkan Kutukan 38 Tahun

    06/06/2026
    Gaya Hidup

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

    30/05/2026
    Gaya Hidup

    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

    29/05/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG: Solusi Cerdas Petani Modern Tangkal Harga Anjlok

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sore yang Berbeda di ‘Rumah Ketiga’ Warga Bandarlampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Alasan Logis Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Capaian Gemilang 16 Bulan Mirza Jihan Pimpin Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Hilirisasi Berbasis Rawa: Strategi Mesuji Lepas dari Kutukan Komoditas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version