Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Harga Cabai Rawit Lampung Meroket, Ibu Rumah Tangga Menjerit!

    Harga Cabai Rawit Lampung Meroket, Ibu Rumah Tangga Menjerit!

    Irjen by Irjen
    03/03/2026
    in Ekonomi
    Harga Cabai Rawit Lampung Meroket, Ibu Rumah Tangga Menjerit!

    Ilustrasi-Harga Menjerit: Cabai rawit merah tembus Rp 80.000/kg di Pasar Way Kandis, Bandarlampung, Maret 2026. Foto: Arsip DBS/Kirka/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Di bulan suci Ramadan, emak-emak di Bandarlampung kembali dibuat pusing.

    Pasalnya, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp80.000 per kilogram pada Senin, 2 Maret 2026.

    Ironisnya, tren kenaikan lokal ini terjadi saat rata-rata harga cabai nasional justru sedang melandai.

    Mengutip data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), rata-rata harga cabai rawit merah tingkat nasional sebenarnya turun dari Rp77.645/kg pada 23 Februari menjadi Rp70.953/kg per 1 Maret 2026.

    Namun, realita di pasar-pasar Bandarlampung berbicara lain, dengan rentang harga cabai rawit yang tertahan tinggi di angka Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

    Di sisi lain, beberapa komoditas terpantau stabil. Bawang putih honan turun tipis Rp1.000 menjadi Rp38.500/kg.

    Sementara harga beras medium dan daging sapi bertahan di angka Rp15.150/kg dan Rp139.667/kg.

    Tingginya harga komoditas pedas ini langsung memukul daya beli masyarakat di akar rumput.

    “Ibu-ibu rumah tangga banyak yang mengeluh. Harga cabai segini bikin susah ngatur uang belanja harian, mau masak hemat jadi susah,” keluh salah satu pedagang sayur di Pasar Way Kandis, Bandarlampung.

    Merespons anomali harga ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah memberikan tanggapan.

    “Tren penurunan cabai rawit secara nasional adalah hasil koordinasi Satgas Pangan, tapi fluktuasi lokal di daerah memang perlu pengawasan yang lebih ketat,” tegasnya.

    Inflasi dan Bom Waktu Ekonomi

    Menyoroti fenomena ini, Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, angkat bicara.

    Ia menilai lonjakan harga cabai rawit lokal murni dipicu oleh hukum supply and demand akibat faktor cuaca buruk yang menahan pasokan, berbenturan dengan siklus naiknya permintaan selama Ramadan.

    “Pasokan di daerah sangat terbatas akibat cuaca, sementara demand masyarakat perlahan naik saat atau menjelang bulan puasa.

    “Fluktuasi ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi langsung menggerus daya beli masyarakat kelas bawah,” ujar Mahendra, Selasa, 3 Maret 2026.

    Lebih lanjut, Mahendra memperingatkan adanya ancaman inflasi dari sektor pangan.

    Ia mencatat, meski Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi Lampung pada Januari 2026 tergolong rendah di angka 1,9 persen, fluktuasi harga pangan harian yang tak terkendali bisa mendorong inflasi keseluruhan naik hingga 2,5 persen, sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung.

    Hulu ke Hilir

    Untuk memutus rantai masalah klasik ini, Mahendra mendesak adanya langkah konkret dari berbagai pihak.

    Kepada pemerintah daerah, ia menyarankan penguatan subsidi pupuk dan intervensi distribusi demi menstabilkan pasokan, serta mewaspadai praktik kartel pangan yang kerap bermain jelang hari besar keagamaan.

    “Pemerintah harus pastikan distribusi lancar dan hindari penimbunan.

    “Di sisi lain, pedagang bisa mulai melakukan diversifikasi stok dan memanfaatkan e-commerce untuk menekan biaya operasional agar harga tetap kompetitif,” saran Mahendra.

    Tak hanya mengkritik kebijakan, ia juga memberikan tips survival ekonomi bagi konsumen.

    “Masyarakat harus lebih bijak berbelanja. Solusi jangka panjangnya, ibu-ibu bisa mulai melirik urban farming, seperti menanam cabai dengan metode hidroponik sederhana di rumah.

    “Jika masalah fluktuasi pangan di Ramadan ini tidak segera diatasi secara serius dari hulu ke hilir, inflasi pangan bisa jadi bom waktu bagi perekonomian Lampung,” tutup Mahendra Utama.

    Tags: #FluktuasiCabai#HargaPanganLampung#InflasiEkonomi#MahendraUtamaLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    Next Post

    Kantor Pertanahan Palangka Raya bersama Kementerian Agama Teken PKS

    Related Posts

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menurut Ahli: Apa Saja Perbedaan Kabupaten dan Kotamadya (Kota)?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Danantara Indonesia Gelar Pelatihan Semikonduktor: Bangun Masa Depanmu di Industri Chip Tingkat Dunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Subholding Downstream Pertamina Resmi Berdiri: Hasil Merger 3 Bisnis Sektor Hilir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dua Dirjen PKP Pamitan, Tak Sejalan dengan Maruarar Sirait?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved