Lappung – Honorer Lampung Selatan tak mau lagi setengah hati! Desak status ASN penuh waktu.
Puluhan tenaga honorer kategori II (Eks THK-II) asal Lampung Selatan tak lagi tinggal diam.
Baca juga : Honorer 20 Tahun Lampung Utara Protes, Minta Perekrutan PPPK Diaudit
Mereka bergerak ke Jakarta untuk mendesak pemerintah agar segera memberikan kepastian status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) penuh waktu.
Selasa, 4 Februari 2025, sebanyak 27 perwakilan honorer Lampung Selatan yang tergabung dalam Forum Honorer Eks THK-II Teknis Lamsel menyambangi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB).
Mereka menuntut kejelasan terkait skema pengangkatan honorer yang telah mengabdi lebih dari dua dekade.
Ketua Umum Honorer R2 dan R3 se-Provinsi Lampung, Abdul Rohim, menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan sekadar aspirasi, melainkan hak yang harus diperjuangkan.
“Kami sudah mengabdi lebih dari 20 tahun, tapi status kami masih abu-abu. Kami tidak mau lagi setengah hati! Kami ingin kepastian, bukan janji,” jelas Abdul melalui keterangan resmi pada Rabu, 5 Februari 2025.
Baca juga : Rahmat Bagja: Pengawasan Tanpa Honorer Nonsens
ASN Penuh Waktu
Dalam pertemuan dengan Deputi Bidang SDM Aparatur KemenpanRB, perwakilan honorer menyampaikan tuntutan utama mereka:
- Mengubah status R2 Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu
- Memastikan mekanisme pengangkatan ASN-PPPK lebih transparan
- Menghapus ketidakadilan dalam seleksi pegawai honorer
Menurut Herliyansyah, Ketua Forum R2 Lampung Selatan, para honorer merasa diperlakukan tidak adil.
Banyak dari mereka telah mengabdi lebih lama, tetapi justru belum mendapatkan kepastian dibanding rekan-rekan mereka yang baru beberapa tahun bekerja.
“Kami bukan sekadar pekerja sementara. Kami telah menjadi bagian dari pelayanan publik di daerah selama puluhan tahun, dan sudah saatnya pemerintah mengakui kontribusi kami,” ujarnya.
Baca juga : 58 Tahun PNS Pensiun
Honorer Lampung Selatan Tak Mau Lagi Setengah Hati! Desak Status ASN Penuh Waktu
Diketahui, perjalanan ke Jakarta ini bukan yang pertama.
Sehari sebelumnya, mereka juga turut dalam aksi damai Aliansi R2 dan R3 Honorer se-Indonesia di depan Gedung DPR RI, menuntut kebijakan yang lebih berpihak pada tenaga honorer.
Perjuangan ini tak hanya menguras tenaga, tetapi juga emosi.
Herliyansyah bahkan mengungkapkan bagaimana para honorer harus patungan untuk biaya perjalanan mereka ke ibu kota.
“Perjalanan ini penuh pengorbanan. Kami menggunakan uang pribadi, saling bantu untuk ongkos ke Jakarta.
“Tapi kami tidak akan menyerah sampai status kami diakui,” tandasnya.
Baca juga : Hari Guru Nasional: Kenapa Penghargaan untuk Guru Masih Terabaikan?





Lappung Media Network