Lappung – Menjelang perhelatan akbar Ijtima Ulama Dunia 2025 bertajuk “Indonesia Berdoa” yang akan dipusatkan di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, kesiapan infrastruktur pengamanan dan arus kedatangan peserta menjadi fokus utama otoritas setempat.
Baca juga : Lebih Tinggi dari Jakarta, 2168 Pasutri di Lampung Bercerai
Mulai Rabu, 26 November 2025, pergerakan peserta menuju lokasi acara mulai terlihat, seiring dengan dimatangkannya skema pengamanan oleh kepolisian untuk agenda yang berlangsung pada 28–30 November 2025 tersebut.
Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memastikan kesiapan penuh dengan menggelar operasi pengamanan terpadu.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, mengungkapkan bahwa ribuan petugas telah diplot di berbagai pos strategis.
“Total ada 1.612 personel yang kami siapkan. Komposisinya terdiri dari 1.088 personel Polri dan didukung 524 personel eksternal dari berbagai instansi,” ujar Yuni dalam keterangannya, Rabu, 26 November 2025.
Fokus pengamanan tidak hanya terpaku pada lokasi acara di Kota Baru.
Menurut Yuni, penyebaran personel mencakup jalur lintas, kantong-kantong parkir, hingga pengawalan VVIP.
Langkah iru diambil mengingat estimasi ribuan jamaah dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, akan memadati lokasi.
Sesuai arahan Wakapolda Lampung, pos pengamanan juga difungsikan sebagai pusat pelayanan.
“Setiap pos wajib memiliki fasilitas dasar seperti alat kesehatan, ruang istirahat, dan petugas yang siaga setiap saat.
“Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan petugas lalu lintas terus kami intensifkan,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga telah menjalin kesepakatan dengan pengelola jalan tol.
Bus panitia dipastikan mendapatkan akses gratis guna memperlancar mobilisasi jamaah menuju lokasi.
“Kami pastikan seluruh personel paham cara bertindak di lapangan agar acara berjalan aman, tertib, dan membawa keberkahan,” tegas Yuni.
Baca juga : 5 Penyumbang Pengangguran Terbesar di Lampung, Bandarlampung Teratas, Lamsel Ketiga
Sementara itu, gelombang kedatangan peserta mulai berdampak pada lalu lintas penyeberangan.
PT ASDP Indonesia Ferry mencatat adanya tren peningkatan volume kendaraan dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak.
Humas PT ASDP Cabang Bakauheni, Syaiful Harahap, membenarkan fenomena tersebut.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kepadatan saat ini lebih terkonsentrasi pada arus kedatangan (masuk Lampung), sementara arus keberangkatan dari Bakauheni relatif landai.
“Peningkatan volume kendaraan memang terjadi di Merak karena pergerakan massa menuju lokasi acara di Lampung Selatan.
“Mayoritas didominasi oleh bus rombongan dan kendaraan pribadi, serta penumpang pejalan kaki,” jelas Syaiful, Rabu, 26 November 2025.
Syaiful menambahkan, data rinci mengenai lonjakan penumpang tersebut tercatat di sistem ASDP Merak sebagai pelabuhan asal.
Pihak ASDP Bakauheni saat ini fokus pada pengaturan lalu lintas keluar pelabuhan agar tidak terjadi penumpukan saat rombongan tiba.
Mengantisipasi kepadatan jelang hari H, ASDP mengimbau para pengguna jasa penyeberangan untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang.
“Meski cuaca terpantau normal, kami tetap meminta penumpang waspada, menjaga kondisi tubuh tetap prima, dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Baca juga : Generasi Muda Memimpin Lampung: Akselerasi atau Terjebak Zona Nyaman?





Lappung Media Network