Lappung – Langkah tegas Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (RMD), dalam menangani polemik harga singkong menuai apresiasi dari berbagai kalangan.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menilai keberhasilan Gubernur menstabilkan harga di angka Rp1.350 per kilogram di tengah aksi mogok 27 pabrik merupakan bukti nyata keberpihakan pada petani.
Baca juga : Nasib Petani Singkong Lampung dan Perjuangan Gubernur Mirza Melawan Tirani Impor
Mahendra bahkan menyematkan julukan Gubernur Singkong kepada RMD atas komitmennya menjaga kedaulatan pangan daerah tanpa tunduk pada tekanan korporasi.
“Gubernur tidak hanya sekadar menerbitkan peraturan di atas kertas. Beliau memperjuangkan prinsip bahwa kesejahteraan petani adalah harga mati.
“Ini adalah political will yang kuat untuk memecahkan kebuntuan struktural yang selama ini membelenggu petani,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Rabu, 26 November 2025.
Sebelumnya, sektor pertanian singkong di Lampung sempat mengalami guncangan ketika puluhan pabrik memutuskan berhenti beroperasi.
Aksi ini disinyalir sebagai bentuk protes terhadap penetapan harga patokan pembelian singkong yang dinilai memberatkan industri.
Ancaman hengkang dan terhentinya serapan panen sempat menjadi isu panas.
Namun, menurut Mahendra, disinilah letak ujian kepemimpinan RMD.
Alih-alih melunak, Gubernur justru mengambil pendekatan tegas yang diimbangi dengan negosiasi terukur.
“Risiko tekanan industri itu nyata, tapi keteguhan beliau menjadi penentu.
Baca juga : Cuan Mana Tanam Singkong atau Jagung?
“Pak Gubernur berhasil membawa pihak pabrik kembali ke meja perundingan dan menerima harga yang adil bagi kedua belah pihak. Ini bukan retorika, tapi kerja nyata,” tambah Mahendra.
Selain masalah harga, Mahendra juga menyoroti visi jangka panjang Pemerintah Provinsi Lampung terkait hilirisasi.
Ia menilai, langkah RMD mendorong nilai tambah ekonomi singkong akan mengubah komoditas ini dari sekadar tanaman tradisional menjadi primadona ekonomi baru.
“Terobosan hilirisasi ini menjanjikan masa depan yang lebih cerah. Senyum petani yang dulu hanya impian, kini perlahan menjadi realitas yang terwujud,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Mahendra berharap konsistensi kebijakan ini terus terjaga demi kemakmuran mayoritas penduduk Lampung yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
“Langkah Pak Gubernur patut menjadi contoh bagi pemimpin daerah lain.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan pada Gubernur Singkong agar terus memperjuangkan nasib rakyat kecil,” pungkas Mahendra.
Baca juga : Harga Anjlok, Pemerintah Pusat dan Lampung Sepakati 4 Jurus Rombak Tata Niaga Singkong





Lappung Media Network