Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Nasib Petani Singkong Lampung dan Perjuangan Gubernur Mirza Melawan Tirani Impor

    Nasib Petani Singkong Lampung dan Perjuangan Gubernur Mirza Melawan Tirani Impor

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    22/11/2025
    in Ekonomi
    Nasib Petani Singkong Lampung dan Perjuangan Gubernur Mirza Melawan Tirani Impor
    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Langkah agresif Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (Mirza), yang membawa persoalan anjloknya harga singkong langsung ke meja DPR RI mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan.

    Baca juga : Tapioka Lesu, Petani Singkong Lampung Terjepit: Solusi Terpadu Dibutuhkan Segera

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menilai manuver Gubernur Mirza bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah intervensi kebijakan yang mendesak untuk menyelamatkan nasib petani dari gempuran tepung tapioka impor.

    “Langkah Gubernur ini adalah pengakuan tegas bahwa ada krisis di sektor komoditas strategis kita.

    “Ini keberpihakan nyata, bukan sekadar upaya administratif, tapi perlawanan terhadap ketimpangan kebijakan yang selama ini membiarkan petani singkong terpuruk,” ujar Mahendra Utama, Sabtu, 22 November 2025.

    Paradoks Lumbung Singkong Nasional

    Mahendra menyoroti ironi yang terjadi di Lampung.

    Sebagai penyumbang 51 persen produksi singkong nasional dengan volume mencapai 7,9 juta ton, kesejahteraan petani justru jauh dari kata layak.

    Akar masalahnya dinilai kian jelas, ketiadaan proteksi harga dan tata niaga yang kacau.

    Fakta di lapangan menunjukkan disparitas harga yang mencolok.

    Meskipun Instruksi Gubernur Nomor 2 Tahun 2025 telah menetapkan harga pembelian sebesar Rp1.350 per kilogram, realitas di tingkat petani sangat memprihatinkan.

    “Di atas kertas harganya bagus, tapi di tangan tengkulak, petani hanya menerima Rp400 hingga Rp500 per kilogram.

    “Ini angka yang tidak manusiawi untuk biaya produksi yang terus naik,” tegas Mahendra.

    Impor Tanpa Pajak

    Menurut Mahendra, hancurnya harga di tingkat petani diperparah oleh kebijakan impor yang tidak berpihak.

    Baca juga : Harga Anjlok, Pemerintah Pusat dan Lampung Sepakati 4 Jurus Rombak Tata Niaga Singkong

    Membanjirnya tepung tapioka impor dengan harga murah dan tanpa pajak masuk telah mematikan daya saing pabrik lokal.

    “Dampaknya domino. Pabrik lokal kalah saing dan memilih tutup.

    “Ketika panen raya tiba, petani kehilangan pembeli (off taker). Akibatnya harga terjun bebas,” jelasnya.

    Oleh karena itu, Mahendra menyambut positif respons pemerintah pusat.

    Kementerian Pertanian telah mengumumkan rencana Larangan Terbatas (Lartas) impor tepung tapioka yang akan berlaku mulai September 2025.

    Langkah itu, yang juga didukung Kementerian Perdagangan, dianggap sebagai tameng awal untuk menstabilkan harga.

    RUU Pangan

    Selain pembatasan impor, upaya legislasi untuk memasukkan singkong sebagai komoditas pangan strategis dalam RUU Pangan juga menjadi sorotan.

    Mahendra sepakat dengan gagasan Anggota Baleg DPR RI, Firman Soebagyo, terkait transformasi peran Bulog.

    “Bulog harus hadir sebagai penyangga harga (buffer stock).

    “Jika singkong masuk komoditas strategis, fluktuasi harga yang liar bisa diredam, dan petani punya jaminan pasar,” tambahnya.

    Menutup pernyataannya, Mahendra mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk mengawal perjuangan Gubernur Mirza di tingkat pusat.

    “Stop impor bukan sekadar jargon, tapi syarat mutlak kedaulatan pangan.

    “Jika petani singkong menyerah dan beralih komoditas, kita justru akan bergantung sepenuhnya pada impor di masa depan. Ini investasi jangka panjang untuk kemandirian bangsa,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Rp50 Triliun Ekonomi Singkong Lampung Miris, Petani Kalah dari Impor Ilegal?

    Tags: #EkonomiKerakyatan#GubernurMirzaBersatu#KedaulatanPangan#PetaniSingkongLampung#StopImporSingkong
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kepincut Cita Rasa Lokal, Wabup Pringsewu Puji Habis Kopi di Lampung Fest 2025

    Next Post

    Cukai Batal Naik, Produksi Rokok Langsung Ngegas

    Related Posts

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur
    Ekonomi

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

    30/03/2026
    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku
    Ekonomi

    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

    27/03/2026
    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM
    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved