Lappung – Inflasi Lampung Mereda, Harga Pangan Terkendali
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung mengumumkan penurunan inflasi yang signifikan pada triwulan III-2024.
Baca juga : Inflasi Menggerus Kantong Warga Lampung, Pendidikan Jadi Beban Tambahan
Inflasi tahunan di wilayah tersebut menurun menjadi 2,16 persen pada September, lebih rendah dari 2,84 persen di triwulan sebelumnya.
Penurunan ini dipengaruhi oleh terkendalinya harga bahan pangan, khususnya komoditas utama seperti bawang merah, bawang putih, dan daging ayam.
“Inflasi di Provinsi Lampung pada triwulan III berada dalam sasaran yang ditetapkan. Secara tahunan, inflasi pada bulan September mengalami penurunan menjadi 2,16 persen.
“Lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 2,84 persen,” ungkap Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Achmad P Subarkah, dilansir Minggu, 20 Oktober 2024.
Stabilitas Harga Bahan Pangan
Penurunan inflasi ini, menurut Achmad, sebagian besar dipicu oleh terkendalinya harga kelompok makanan dan minuman.
Baca juga : 4 Komoditas Jadi Fokus Pengendalian Inflasi di Lampung Hingga 2024
Komoditas seperti bawang merah mengalami penurunan andil inflasi sebesar 0,18 persen, diikuti bawang putih dengan penurunan andil 0,08 persen.
Dan daging ayam ras dengan penurunan andil inflasi sebesar 0,07 persen.
Penurunan harga ini terutama disebabkan oleh normalisasi permintaan setelah berakhirnya periode hari besar keagamaan nasional, yang biasanya memicu lonjakan harga.
“Normalisasi permintaan pasca-hari besar telah berkontribusi pada penurunan harga beberapa komoditas pangan.
“Ini sangat membantu dalam menekan inflasi di Lampung,” jelas Achmad.
Kontribusi Barang dan Jasa Terhadap Inflasi
Di sisi lain, inflasi inti yang dipengaruhi oleh kelompok barang dan jasa juga menunjukkan peningkatan pada beberapa komoditas.
Kopi bubuk mencatat kenaikan andil inflasi sebesar 0,32 persen.
Diikuti oleh perguruan tinggi sebesar 0,27 persen, emas perhiasan 0,20 persen, gula pasir 0,11 persen, dan kontrak rumah dengan kenaikan andil sebesar 0,08 persen.
Penurunan Inflasi di Kabupaten dan Kota
Secara spasial, beberapa wilayah di Provinsi Lampung juga mengalami penurunan inflasi.
Kabupaten Mesuji mencatat penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 3,4 persen pada triwulan II menjadi 2,84 persen pada triwulan III.
Baca juga : Inflasi Lampung Agustus 2024: Beras dan Rokok Jadi Pendorong Utama
Kabupaten Lampung Timur juga menunjukkan penurunan IHK yang signifikan, dari 4,06 persen menjadi 2,57 persen.
Kota Metro dan Bandarlampung juga mengalami penurunan inflasi, masing-masing dari 2,37 persen menjadi 1,86 persen, dan dari 2,25 persen menjadi 1,92 persen pada triwulan III.
“Penurunan inflasi di sejumlah kabupaten dan kota menunjukkan keberhasilan kami dalam menjaga stabilitas harga di tingkat daerah,” kata Achmad.
Inflasi Lampung Mereda Harga Pangan Terkendali
Sebagai upaya lanjutan untuk menjaga stabilitas harga, BI Lampung meluncurkan inisiatif “Toko Inflasi” dan “Mobil Pengendali Inflasi” (TOP).
Program ini bertujuan memperluas jangkauan operasi pasar serta memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan dengan harga terjangkau di berbagai daerah di Lampung.
“Komitmen kami untuk mendukung stabilitas harga pangan di Provinsi Lampung terus diperkuat melalui berbagai program seperti toko inflasi dan mobil pengendali inflasi.
“Diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah ini, BI optimistis inflasi di Lampung akan terus terkendali.
Sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang stabil.
Baca juga : Pertumbuhan Double Digit, Aset Perbankan Lampung Cetak Rekor Baru
