Lappung – Inflasi Lampung November 2024 tercatat 1,50 persen dipicu makanan dan minuman.
BPS Provinsi Lampung melaporkan tingkat inflasi tahunan (year-on-year) pada November 2024 mencapai 1,50 persen.
Baca juga : Bawang Merah dan Kopi Bubuk Dongkrak Inflasi Lampung Oktober 2024
Angka ini terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi penyumbang utama dengan andil inflasi sebesar 0,55 persen.
“Kenaikan harga di sejumlah komoditas seperti bawang merah, kopi bubuk, dan minyak goreng menjadi faktor utama pendorong inflasi pada bulan ini,” ujar Kepala BPS Provinsi Lampung, Atas Parlindungan Lubis, Senin, 2 Desember 2024.
Komoditas Penyumbang Inflasi
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi tertinggi sebesar 1,70 persen.
Beberapa komoditas utama yang berkontribusi terhadap inflasi tahunan adalah:
- Bawang Merah: Andil inflasi sebesar 0,42 persen.
- Kopi Bubuk: Menyumbang 0,30 persen.
- Sigaret Kretek Mesin: Berkontribusi 0,24 persen.
- Bawang Putih: Andil inflasi 0,18 persen.
- Minyak Goreng: Menyumbang 0,10 persen.
Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki mencatat inflasi sebesar 2,97 persen dengan andil 0,19 persen.
Baca juga : Inflasi Lampung Mereda, Harga Pangan Terkendali
Sementara kelompok kesehatan mencatat inflasi 1,38 persen dengan andil 0,03 persen.
Secara bulanan (month-to-month), inflasi November 2024 tercatat sebesar 0,42 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi penyumbang utama dengan andil 0,35 persen.
Komoditas seperti bawang merah, tomat, dan daging ayam ras menjadi kontributor signifikan inflasi bulanan.
Inflasi di Daerah Lampung
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Mesuji mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 2,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,55.
Di sisi lain, Kota Metro mencatat inflasi terendah di Lampung sebesar 1,09 persen dengan IHK 105,94.
Baca juga : Inflasi Menggerus Kantong Warga Lampung, Pendidikan Jadi Beban Tambahan
Sementara itu, Kabupaten Lampung Timur mencatat inflasi tahunan sebesar 1,82 persen dengan IHK 109,80, dan Kota Bandar Lampung mencatat inflasi 1,33 persen dengan IHK 107,01.
Inflasi Lampung November 2024 Tercatat 1,50 Persen, Dipicu Makanan dan Minuman
Menurut BPS, pengendalian harga pangan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas inflasi di Lampung.
Komoditas seperti bawang merah dan kopi bubuk terus menjadi perhatian karena andilnya yang signifikan terhadap inflasi.
“Sinergi antar-pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, sangat penting untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga,” ujar Atas.
Meski angka inflasi Lampung masih terkendali di bawah 2 persen, pengendalian harga bahan pokok seperti bawang merah dan minyak goreng tetap diperlukan.
Tak lain untuk menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi di daerah.
Baca juga : Inflasi Lampung Agustus 2024: Beras dan Rokok Jadi Pendorong Utama





Lappung Media Network