Lappung – Inflasi Lampung tembus 2,27 Persen warga Mesuji paling terdampak.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis data inflasi terbaru yang menunjukkan adanya kenaikan harga secara umum di wilayah tersebut.
Baca juga : Data BPS: Pengangguran Lampung Melandai Jadi 4,07 Persen, Perempuan Masih Tertinggal
Pada Juni 2025, inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Provinsi Lampung tercatat sebesar 2,27 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 109,75.
Meskipun angka inflasi provinsi terlihat moderat, data menunjukkan adanya perbedaan tekanan harga yang signifikan antar wilayah.
Kabupaten Mesuji tercatat mengalami inflasi tahunan tertinggi di Lampung, yakni sebesar 2,52 persen.
Angka ini menjadikan warga di kabupaten tersebut sebagai yang paling terdampak oleh kenaikan harga.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, dalam rilis resminya pada Selasa, 1 Juli 2025, menjelaskan bahwa inflasi di Kabupaten Mesuji terutama didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas strategis.
Baca juga : BPS: Suku Batak dan Minangkabau Ungguli Pendidikan Sarjana di Indonesia
“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji sebesar 2,52 persen, dengan IHK sebesar 113,54,” demikian bunyi laporan tersebut.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi di Mesuji antara lain:
- Emas perhiasan
- Sigaret kretek mesin (SKM)
- Beras
- Biaya sekolah menengah atas
- Bawang merah
Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Kota Metro yang mencatatkan angka 1,81 persen dengan IHK 107,43.
Di Metro, komoditas utama pendorong inflasi adalah beras, emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, mobil, dan cabai rawit.
Pendidikan dan Rekreasi Jadi Pendorong Utama
Secara umum di tingkat provinsi, kenaikan harga terjadi pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
3 kelompok pengeluaran dengan laju inflasi tahunan tertinggi adalah:
- Rekreasi, Olahraga, dan Budaya Inflasi sebesar 7,29 persen.
- Pendidikan: Inflasi sebesar 5,59 persen
- Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Inflasi sebesar 5,10 persen.
Inflasi Lampung Tembus 2,27 Persen Warga Mesuji Paling Terdampak
Meskipun demikian, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang andil terbesar terhadap total inflasi, yaitu sebesar 1,08 persen.
Baca juga : Adu Tajir: Membedah PDRB 5 Daerah Terkaya vs Harta Kekayaan Para Bupatinya di Lampung
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi secara umum di Lampung adalah beras, emas perhiasan, biaya akademi/perguruan tinggi, dan bawang merah.
Harga Cabai dan Bensin Turun
Di tengah kenaikan harga, beberapa kelompok komoditas justru mengalami penurunan harga atau deflasi, yang membantu menahan laju inflasi lebih tinggi.
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi terdalam sebesar 0,94 persen, diikuti oleh kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,35 persen.
Beberapa komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi (penurunan harga) antara lain:
- Cabai merah
- Jeruk
- Bawang putih
- Bensin
- Telur ayam ras
- Telepon seluler
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tingkat inflasi tahunan Juni 2025 (2,27 persen) ini lebih rendah dari inflasi Juni 2024 yang saat itu mencapai 2,84 persen.
Hal ini menunjukkan adanya sedikit perlambatan dalam laju kenaikan harga secara keseluruhan.
Baca juga : Wow! Ekspor Kopi, Teh, dan Rempah Lampung Meroket 552,21 Persen di Awal 2025





Lappung Media Network