Lappung – Misteri penemuan jasad tanpa kepala yang menggegerkan warga di Pantai Cukuh Pandan, Tanggamus, mulai menemukan titik terang.
Sepasang suami istri asal Cilincing, Jakarta, meyakini bahwa jasad tersebut adalah putra mereka yang telah lama hilang.
Baca juga : Kematian Kelima Akibat Serangan Harimau, Petani Kopi di Lambar Jadi Korban Terbaru
Keyakinan itu membawa Abu Umaya (52) dan Ernawati (42) menempuh perjalanan jauh ke Lampung.
Didampingi aparat kepolisian, keduanya kini tengah menanti hasil tes DNA yang akan menjadi penentu akhir dari pencarian mereka.
Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Lampung secara intensif memberikan pendampingan penuh kepada keluarga sejak proses pengambilan sampel DNA di Rumah Sakit Bhayangkara pada Jumat, 18 Juli 2025.
Berdasar Pakaian
Harapan sekaligus duka menyelimuti Abu dan Ernawati saat diperlihatkan barang bukti oleh Satreskrim Polres Tanggamus.
Keyakinan mereka menguat setelah melihat langsung pakaian yang ditemukan melekat pada jasad anonim tersebut.
Baca juga : Remaja Ditemukan Tewas di Kolam Tugu Pengantin Bandarlampung, CCTV Ungkap Detik-detik Kejadian
Mereka mengenali pakaian itu sebagai milik putra mereka, Akbar Tanjung alias Aco (24).
“Kami sudah membawa keluarga yang merasa kehilangan ini ke Polres Tanggamus untuk melihat pakaian yang diindikasikan adalah milik anak mereka yang hilang,” ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, Minggu, 20 Juli 2025.
Menurut Kombes Yuni, pengakuan dari keluarga ini menjadi petunjuk awal yang sangat penting, meski proses identifikasi ilmiah tetap menjadi prioritas utama.
Pendampingan
Menyadari kondisi psikologis keluarga yang terguncang, tim gabungan dari Polda Lampung tidak hanya fokus pada penyelidikan.
Tim Psikologi dari Biro SDM Polda Lampung juga turut diterjunkan untuk memberikan pendampingan.
“Kami datang ke Tanggamus, tempat di mana almarhum dimakamkan, untuk memastikan perkembangan sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga,” kata Kombes Yuni.
Tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polres Tanggamus dan Resmob Ditkrimum Polda Lampung bahkan menyempatkan diri mengantar keluarga untuk berziarah dan menggelar doa bersama di lokasi pemakaman sementara jasad di RSUD Batin Mangunang.
Baca juga : Haru! Kakak Beradik di Pesisir Barat Lampung Tewas Berpelukan dengan Luka Misterius
Meskipun keluarga telah memberikan keterangan dan mengenali ciri-ciri sekunder, pihak kepolisian menegaskan bahwa prosedur standar (SOP) harus tetap dijalankan.
Sampel DNA dari Abu Umaya dan Ernawati sebagai keluarga inti telah diambil dan akan dicocokkan dengan sampel dari jasad.
“Untuk tindak lanjut tentu harus sesuai SOP. Keterangan keluarga sudah kami ambil dan sampel DNA juga sudah diambil,” tegas Kombes Yuni.
“Nanti akan kita tunggu hasil dari Laboratorium Forensik (Labfor). Hasil ini yang akan menjadi bukti final,” tandasnya.
Di tengah penantian tersebut, Abu Umaya selaku ayah dan perwakilan keluarga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan.
“Terima kasih kepada Polres Tanggamus, Polda Lampung, dan masyarakat yang telah membantu, mengawal proses pencarian anak saya, serta memfasilitasi kami hingga ke Tanggamus,” ucap Abu Umaya.
Sebelumnya, sesosok jasad berjenis kelamin laki-laki tanpa kepala ditemukan oleh warga di pesisir Pantai Cukuh Pandan, Pekon Padang Ratu, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, pada Selasa sore, 15 Juli 2025.
Baca juga : Balita di Pringsewu Tewas Tenggelam di Kolam Ikan, Sempat Pamit ke Rumah Nenek
