Lappung – Jejak Wali Songo dilanjutkan UIN Lampung dan sekolah Kamboja jalin kerja sama
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) semakin memperluas jejaring internasionalnya dengan menerima kunjungan 3 institusi pendidikan dari Kamboja.
Baca juga : UIN Raden Intan-TSU Rusia MoU Beasiswa S3
Ketiganya yakni Institute of Integrated Tahfiz Cambodia (INTAC), Maahad Haji Fickry High School, dan Abdul Aziz Al Yahya Social Complex High School.
Pertemuan itu berlangsung pada Rabu, 13 November 2024 di Gedung Academic and Research Center, dan dibuka dengan harapan tinggi untuk mempererat hubungan antara kedua negara dalam bidang pendidikan dan budaya.
Rashid Abdulhamid, Kepala Maahad Haji Fickry High School, memimpin delegasi dari Kamboja dan menyampaikan harapannya.
Tak lain agar kerja sama dengan UIN Raden Intan dapat membuka peluang bagi para pelajar Kamboja untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi di Indonesia.
“Kami dari rumpun Melayu Champa memiliki sejarah panjang dengan Nusantara.
“Dalam silsilah sejarah, kami terhubung dengan jejak dakwah Wali Songo, khususnya Sunan Ampel yang pernah bersafari ke Champa.
“Kami ingin menghidupkan kembali hubungan ini melalui pendidikan,” ujar Rashid.
Baca juga : Tambah 9, UIN Raden Intan Lampung Punya 39 Guru Besar
Rashid juga berharap UIN Raden Intan dapat mengirim mahasiswa untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kamboja.
Hal itu sebagai bagian dari pengabdian masyarakat yang akan memberikan manfaat bagi kedua pihak.
“Kami ingin membangun jembatan yang kuat antara pelajar Muslim Kamboja dan Indonesia, yang memungkinkan kami untuk bertukar ilmu dan memperdalam persaudaraan Islam,” tambahnya.
Nawawi Salleh, Kepala Institute of Integrated Tahfiz Cambodia (INTAC), yang turut hadir dalam pertemuan ini, menjelaskan bahwa INTAC merupakan sekolah berbasis asrama (boarding school) dengan lebih dari 500 siswa di tingkat SMP dan SMA.
Nawawi berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan kedua institusi dalam bidang akademik dan dakwah.
“Kami sangat terbuka terhadap kerja sama yang dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa kami untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia,” ungkap Nawawi.
Prof Dr Idrus Ruslan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Raden Intan, menyambut hangat kehadiran para tamu dari Kamboja.
Ia menyatakan kegembiraannya atas kunjungan tersebut.
“Kami merasa terhormat menerima saudara-saudara Muslim dari Kamboja.
“Semoga kunjungan ini menjadi pintu awal dari berbagai kerja sama di masa depan, terutama dalam mendukung siswa-siswa dari Kamboja untuk menempuh pendidikan di UIN Raden Intan,” ujarnya.
Baca juga : 20 Pejabat Baru UIN Raden Intan Lampung Dilantik
Jejak Wali Songo Dilanjutkan UIN Lampung dan Sekolah Kamboja Jalin Kerja Sama
Dalam pertemuan ini, UIN Raden Intan juga memaparkan skema penerimaan mahasiswa internasional serta profil universitas kepada para tamu.
Yang disampaikan oleh Anis Handayani, Koordinator Humas dan Kerjasama, serta Istiqomah Nur Rahmawati dari International Office (IO) UIN Raden Intan.
Sesi diskusi semakin hangat dengan kehadiran 2 mahasiswa asal Kamboja, Bukhari dan Muslim.
Mereka saat ini tengah menempuh pendidikan di UIN Raden Intan pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK).
Kehadiran mereka memberikan inspirasi dan keyakinan bahwa peluang kerja sama ini sangat potensial untuk terus dikembangkan.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan yang tak hanya meningkatkan kualitas pendidikan.
Namun juga mempererat hubungan kultural antara Indonesia dan Kamboja.
Keinginan untuk melanjutkan jejak dakwah Wali Songo tampaknya menjadi salah satu pondasi kuat dalam upaya membangun persaudaraan lintas batas.
Baca juga : Di Thailand, Mahasiswa UIN RIL Meriahkan Sanggar Bahasa dan Sastra Melayu
