Lappung – Sebuah jembatan gantung yang kondisinya rusak parah di Kabupaten Tanggamus, Lampung, kini menjadi sorotan tajam setelah video perjuangan para siswa menyeberanginya viral di media sosial.
Infrastruktur yang menjadi akses krusial pendidikan tersebut hanya menyisakan seling baja, memaksa puluhan pelajar mempertaruhkan keselamatan setiap berangkat dan pulang sekolah.
Baca juga : Darurat Pendidikan, 34 Persen Warga Lampung Barat Tak Tuntas Pendidikan Dasar
Situasi berbahaya ini menimpa para siswa dari SMP Negeri 2 dan SMA Negeri 1 Pematang Sawa.
Mereka terpaksa menggunakan jembatan sepanjang 15 meter itu karena merupakan jalur terdekat menuju sekolah.
Tanpa jembatan tersebut, mereka harus menempuh perjalanan memutar yang lebih jauh dan memakan waktu.
Kondisi memprihatinkan itu terekspos secara luas melalui sebuah video berdurasi satu menit.
Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana para siswa dengan seragam sekolah harus berhati-hati melintasi sisa kerangka jembatan di atas aliran sungai yang cukup deras.
Perekam video menyuarakan keprihatinan warga dan mendesak adanya perhatian serius dari pemerintah.
Baca juga : BPKP: Lampung Peringkat 4 Korupsi Pendidikan
Ia secara spesifik menyebut nama Gubernur Lampung dan Bupati Tanggamus, memohon agar jembatan yang menjadi prioritas bagi anak-anak sekolah itu dapat segera diperbaiki.
“Kami mohon jembatan ini segera dibenahi, karena prioritas untuk masyarakat dan anak-anak sekolah,” demikian kutipan seruan dalam video tersebut, dilansir pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Menyebarnya video tersebut dengan cepat langsung memicu respons dari aparat pemerintah daerah dan kepolisian setempat.
Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asanawi, memastikan pihaknya telah menerima informasi tersebut dan berjanji akan segera mengambil langkah tindak lanjut.
“Ya, kemarin kami sudah terima informasi soal ini. Insya Allah segera ditindaklanjuti,” jawab Saleh.
Baca juga : BPS: Suku Batak dan Minangkabau Ungguli Pendidikan Sarjana di Indonesia
Di sisi lain, Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko, juga mengonfirmasi bahwa lokasi jembatan berada di wilayah hukumnya.
Ia menyatakan bahwa personel dari Polsek Pematang Sawa telah dikerahkan untuk meninjau langsung lokasi kejadian.
“Tim Polsek Pematang Sawa sudah turun ke lokasi.
“Polres Tanggamus akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera ditindaklanjuti,” tegas AKBP Rahmad.
Publik kini menantikan realisasi dari janji yang telah disampaikan para pejabat, berharap agar tindakan nyata segera dilakukan untuk memastikan para siswa di Pematang Sawa dapat menuntut ilmu tanpa harus dihantui risiko keselamatan jiwa.
Baca juga : Pendidikan di Pesisir Barat: Mayoritas Lulusan SD, Hanya 0,006 Persen Bergelar Doktor
