Lappung – Pergerakan harga komoditas di Provinsi Lampung pada bulan November 2025 menunjukkan tren kenaikan.
2 komoditas utama, yakni emas perhiasan dan cabai merah, menjadi biang kerok utama yang mengerek angka inflasi di wilayah Sang Bumi Ruwa Jurai.
Baca juga : Laju Inflasi Tahunan Lampung Sukses Direm ke 1,20 Persen, BPS: Biaya Sekolah Anjlok
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, secara tahunan atau year on year (y-on-y), Lampung mengalami inflasi sebesar 1,14 persen pada November 2025 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 109,15.
Sementara itu, secara bulanan (month to month), terjadi inflasi sebesar 0,36 persen.
Dalam rilis resminya, BPS menyebutkan bahwa kelompok pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami lonjakan inflasi tertinggi, yakni mencapai 8,37 persen.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada kelompok ini adalah emas perhiasan dengan sumbangan sebesar 0,49 persen,” sebut laporan BPS Lampung, diikutip pada Selasa, 2 Desember 2025.
Selain kilaunya emas, pedasnya harga bumbu dapur turut membebani keranjang belanja masyarakat.
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mencatat inflasi sebesar 3,94 persen.
Pada kelompok volatile food ini, cabai merah menjadi penyumbang andil inflasi terbesar yakni 0,45 persen, disusul oleh bawang merah dengan andil 0,25 persen, serta beras sebesar 0,13 persen.
Tingginya permintaan dan faktor cuaca disinyalir menjadi penyebab fluktuasi harga komoditas hortikultura tersebut.
Mesuji dan Bandarlampung
Jika dilihat dari sebaran wilayah, tekanan harga tidak dirasakan sama rata di seluruh kabupaten/kota.
Baca juga : Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen, Pemprov Lampung Satu Suara dengan Pusat Kendalikan Inflasi
Kabupaten Mesuji tercatat sebagai wilayah dengan inflasi tahunan tertinggi di Provinsi Lampung, menembus angka 2,35 persen dengan IHK sebesar 113,15.
Di wilayah ini, emas perhiasan dan bawang merah menjadi komoditas yang paling signifikan menguras kantong warga.
Sebaliknya, inflasi terendah justru terjadi di Kota Bandarlampung yang hanya mencatatkan angka 0,37 persen.
Pendidikan
Meski harga emas dan pangan merangkak naik, laju inflasi Lampung tertahan oleh penurunan harga yang cukup tajam di sektor pendidikan.
BPS mencatat kelompok Pendidikan mengalami deflasi yang sangat dalam, yakni minus 17,98 persen.
Penurunan biaya pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi faktor utama yang meredam lonjakan inflasi umum di bulan November ini.
Baca juga : Lampung Lawan Arus Inflasi Nasional
