Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Budaya » Kritik Keras Sujiwo Tejo, Anak Muda Lampung Kurang Bangga Bahasa Daerah

    Kritik Keras Sujiwo Tejo, Anak Muda Lampung Kurang Bangga Bahasa Daerah

    by Irzon Dwi Darma
    18/10/2025
    in Budaya
    Kritik Keras Sujiwo Tejo, Anak Muda Lampung Kurang Bangga Bahasa Daerah

    Sujiwo Tejo. Foto: Dokumentasi WAG

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Budayawan kenamaan, Ki Sujiwo Tejo, melontarkan kritik tajam mengenai semangat pelestarian budaya di Lampung.

    Ia menyoroti fenomena lunturnya kebanggaan anak-anak muda Lampung dalam menggunakan bahasa daerah mereka sendiri.

    Baca juga : Changok Ghaccak Resmi Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Lampung Utara

    Kritik ini disampaikannya Pringsewu Kultural Festival, yang digelar di Pringsewu, Jumat, 17 Oktober 2025 malam.

    Menurut Sujiwo Tejo, ia mengamati adanya kecenderungan di kalangan generasi muda Lampung yang dinilai kurang percaya diri atau bangga saat menggunakan bahasa ibu mereka dalam pergaulan sehari-hari.

    “Lampung sendiri, kalau kritik saya, tolong para mudanya mulai bangga lagi berbahasa Lampung,” ujar Sujiwo Tejo, dilansir dari RRI, Sabtu, 18 Oktober 2025.

    Ia bahkan membandingkan fenomena ini dengan daerah lain dan menilai Lampung termasuk yang pemudanya kurang memiliki kebanggaan tersebut.

    “Karena mungkin Lampung termasuk orang daerah yang anak-anak mudanya kurang bangga terhadap bahasa sendiri,” tegasnya.

    Dalam kesempatan itu, dalang yang juga dikenal sebagai penulis dan musisi ini mengingatkan agar semangat Sumpah Pemuda tidak disalahartikan.

    Baca juga : 9 Warisan Budaya Lampung Resmi Jadi Harta Karun Indonesia

    Menurutnya, menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bukan berarti harus menyingkirkan atau memandang rendah bahasa daerah. Keduanya harus berjalan beriringan.

    Sujiwo Tejo memberikan peringatan keras akan bahaya kepunahan bahasa jika tidak ada lagi penuturnya.

    Ia menegaskan bahwa bahasa adalah identitas utama sebuah bangsa.

    “Bahasa menunjukkan sebuah bangsa dan cara untuk membunuh sebuah bangsa itu gampang. Bunuhlah bahasa,” katanya.

    “Jadi bahasa Lampung jangan sampai punah,” tambah budayawan nyentrik tersebut.

    Sekadar informasi, kehadiran Ki Sujiwo Tejo di Pringsewu adalah untuk mengisi acara puncak Pringsewu Kultural Festival, sebuah acara yang digagas oleh Kepolisian Resor (Polres) Pringsewu.

    Dalam festival tersebut, membawakan lakon wayang kulit bertajuk Semar Barang Jantur.

    Lakon ini diketahui terinspirasi dari karya Kapolres Pringsewu, Yunnus Saputra.

    Baca juga : 3 Situs Lampung Cagar Budaya Nasional

    Tags: Anak Muda LampungBahasa LampungBerita LampungBudaya LampungKritik Sujiwo TejoLampungPelestarian BudayaPolres PringsewuPringsewuPringsewu Kultural FestivalSujiwo TejoSumpah PemudaWayang Kulit
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Buah Favorit Warga Lampung

    Next Post

    Moda Transportasi Pilihan Warga Lampung ke Yogyakarta

    Related Posts

    Budaya

    Perbedaan Lampung Saibatin dan Pepadun, Apa Saja?

    22/04/2026
    Budaya

    Aturan Baru! Saat Kamis Beradat, Dilarang Gengsi Bicara Bahasa Lampung

    15/01/2026
    Budaya

    Festival Kreasi Inklusi Indonesia 2025: Dukung Hak Disabilitas

    29/11/2025
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Menjelajah Kuliner Metro: Rujak Petir dan Campanella yang Menggoda

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menghubungkan Tokoh Bangsa dan Daerah dalam Peta Bandar Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Harmoni dan Sejarah: Urgensi Penataan Nama Jalan di Bandar Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Potensi Rute Penerbangan Langsung Radin Inten II Menuju Konektivitas Global

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menyeruput Ketenangan Pagi Bersama Kopi Robusta Heler Way Kanan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung Mendunia, Dua Rute Baru TransNusa dan Harapan Baru Warga

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version