Otto menambahkan bahwa kawasan perkebunan karet tersebut tidak jauh dari hutan lindung Wan Abdurahman register 19, yang mungkin menjadi asal muasal kucing emas tersebut.
“Kucing emas ini berada di perkebunan karet baru pertama kalinya. Kebun karet ini letaknya tidak begitu jauh dari hutan lindung,” imbuhnya.
Untuk menjaga keselamatan para penyadap, Otto mengimbau agar sementara waktu para penyadap tidak melanjutkan pekerjaannya di sekitar lokasi penampakan.
“Penyadap yang berada di sekitar situ kita stop, namun penyadap yang lokasinya berjauhan tetap bekerja.
Baca juga : Ancaman Virus Nipah di Lampung. Pengawasan Hewan Ternak Impor Diperketat
“Kami juga menyampaikan kepada mandor besar, untuk sementara jangan ada aktivitas dari masyarakat karena biasanya ada penggembala kambing,” jelas Otto.
Kucing Emas Dikira Harimau di Perkebunan PTPN Wayberulu Pesawaran
Sementara, salah seorang penyadap yang menjadi saksi adanya kucing emas tersebut, Siswanto, menyampaikan bahwa ini adalah pertama kalinya ia melihat hewan tersebut di perkebunan karet wilayah kerjanya.
“Selama saya bekerja baru ini adanya. Untuk menyadap sekarang saya sudah berani karena hewan itu sudah tidak ada.
“Saya juga tetap waspada jika melihat hewan itu ada lagi,” katanya.
Siswanto menggambarkan ciri-ciri kucing emas tersebut dengan detail.
“Ya mukanya kaya maung, kucing besar, ada warna keemasan, hitam putih. Bentuk badan langsing berukuran sebesar kambing tanggung,” tutupnya.
Dengan adanya kejadian ini, pihak PTPN VII Wayberulu berharap masyarakat tetap waspada dan melaporkan segera jika ada penampakan hewan liar di sekitar perkebunan.
Baca juga : Panas Ekstrem, Disnakkeswan Lampung Siapkan 10 Ribu Dosis Obat Hewan Ternak




Lappung Media Network